Pelatihan Tailor Made Training (TMT) Penjahit Upper Sepatu resmi dibuka di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Kecamatan Samarang, Selasa (7/7/2026). Program hasil kolaborasi Disnakertrans Garut, BBPVP Bandung, dan industri ini diikuti 192 peserta untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten yang siap memasuki sektor industri alas kaki.
GARUT BERKABAR, Samarang – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia kerja. Salah satu upayanya diwujudkan melalui pembukaan program Tailor Made Training (TMT) Penjahit Upper Sepatu yang digelar di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Kecamatan Samarang, Selasa (7/7/2026).
Program pelatihan berbasis kompetensi tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Garut, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, serta sejumlah perusahaan industri alas kaki.
Nia Gania menjelaskan, pelatihan dirancang sesuai kebutuhan dunia industri sehingga peserta diharapkan memiliki kemampuan yang siap digunakan saat memasuki dunia kerja. Menurutnya, peluang kerja di sektor alas kaki di Garut masih sangat terbuka karena terdapat sejumlah perusahaan besar yang terus membutuhkan tenaga kerja terampil.
Sebanyak 192 peserta mengikuti pelatihan yang difokuskan pada penguasaan teknik dasar menjahit bagian atas sepatu (upper). Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka diharapkan mampu memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan perusahaan dan memiliki peluang lebih besar untuk segera bekerja.
Sementara itu, Kepala BBPVP Bandung, Reni Rosyida, mengatakan program Tailor Made Training menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus membantu menekan angka pengangguran. Pada pelaksanaan kali ini, BBPVP Bandung menyelenggarakan 12 paket pelatihan dengan total 192 peserta.
Ia juga mengapresiasi peran BLK Garut yang dinilai berhasil membangun kemitraan antara lembaga pelatihan dengan dunia industri sehingga proses penyiapan tenaga kerja dapat berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan perusahaan.
Dukungan juga datang dari kalangan industri. Senior Manager PT Chang Shin Reksa Jaya Garut, Mia Resmiati, menilai program tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Selain keterampilan teknis, Mia mengingatkan pentingnya pembentukan karakter kerja selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin, beretika, memiliki sikap kerja yang baik, serta mampu bekerja secara profesional.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha, program ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor industri manufaktur di Kabupaten Garut. (**)







