Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi melepas keberangkatan 174 Jemaah Haji Kloter 22 KJT Kabupaten Garut Tahun 1446 H/2026 M, yang dilaksanakan di Babancong Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (07/05/2026).
GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Pemerintah Kabupaten Garut kembali memberangkatkan calon jemaah haji asal Kabupaten Garut untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Sebanyak 174 jemaah yang tergabung dalam Kloter 22 KJT resmi dilepas oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Babancong Pendopo Garut, Kamis (07/05/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan nikmat sekaligus kehormatan besar bagi umat Islam yang mendapat panggilan Allah SWT. Ia meminta seluruh jemaah agar memanfaatkan momentum tersebut dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan.
“Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang menjadi dambaan setiap muslim. Oleh karena itu, laksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan tulus dan penuh rasa syukur,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Selain mengingatkan pentingnya fokus beribadah, Bupati juga menekankan agar para jemaah menjaga kondisi fisik selama berada di Mekkah dan Madinah. Ia meminta para jemaah untuk saling membantu, menjaga kebersamaan, serta mengikuti arahan petugas haji demi kelancaran pelaksanaan ibadah.
Tak hanya kepada jemaah, Bupati turut menyampaikan pesan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap tenang dan terus memberikan doa terbaik bagi kelancaran perjalanan ibadah para tamu Allah tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan haji, Pemkab Garut disebut terus berupaya memberikan fasilitas terbaik, termasuk dukungan transportasi dan akomodasi selama proses keberangkatan berlangsung.
“Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan maksimal agar para jemaah bisa berangkat dengan aman, nyaman, dan tertib,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Haji dan Umrah Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menjelaskan bahwa Kloter 22 KJT terdiri dari 169 jemaah dan 5 petugas haji, sehingga total keseluruhan mencapai 174 orang. Ia juga mengungkapkan terdapat sejumlah calon jemaah yang keberangkatannya harus ditunda karena alasan kesehatan.
Menurutnya, jemaah tertua dalam kloter tersebut berusia 93 tahun, sedangkan jemaah termuda berusia 17 tahun. Adapun rute perjalanan dimulai dari Pendopo Garut menuju Asrama Haji Embarkasi Indramayu, kemudian dilanjutkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebelum bertolak ke Arab Saudi.
Kloter 22 KJT sendiri tergabung bersama jemaah asal Kota Bandung dan Kota Cimahi.
Di akhir keterangannya, Indra menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut atas dukungan fasilitas yang diberikan selama proses pemberangkatan maupun pemulangan jemaah haji.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, dan dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh. (**).
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut








