Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengukuhkan 35 anggota Paskibraka Kabupaten Garut Tahun 2026 di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Sabtu (15/8/2026). Pengukuhan menjadi momentum peneguhan tanggung jawab, disiplin, loyalitas, dan semangat kebangsaan bagi generasi muda.
GARUT BERKABAR, Garut Kota – Sebanyak 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Garut Tahun 2026 resmi dikukuhkan oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Sabtu (15/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi para anggota Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bupati Garut menegaskan, tugas sebagai Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan upacara, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral sebagai generasi penerus bangsa.
Menurut Abdusy Syakur, kode kehormatan yang diikrarkan para anggota Paskibraka harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada prosesi pengukuhan, tetapi menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan sebagai warga negara.
“Dengan kukuhnya kode kehormatan dalam jiwa setiap insan putra Indonesia akan tumbuh tanggung jawab dan rasa loyalitas tugasnya pada Ibu Indonesia sampai akhirnya,” ujar Abdusy Syakur.
Ia menyampaikan, Dharma Mulia Putra Indonesia yang menjadi bagian dari kode kehormatan Paskibraka merupakan cerminan nilai-nilai luhur Pancasila. Karena itu, para anggota Paskibraka diharapkan mampu menjadi contoh dalam menerapkan semangat kebangsaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan loyalitas.
Sebelum prosesi pengukuhan, seluruh anggota Paskibraka mengikuti pembacaan Ikrar Putra Indonesia yang dipandu langsung oleh Bupati Garut.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, mengatakan proses seleksi Paskibraka tahun ini dilaksanakan sesuai ketentuan BPIP, yakni Peraturan BPIP Nomor 5 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara transparan melalui aplikasi Transparansi Paskibraka dengan pengawasan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Dari seluruh tahapan tersebut, terpilih 35 peserta yang akan menjalankan tugas di tingkat Kabupaten Garut. Selain itu, dua putra-putri terbaik Garut dipercaya mewakili daerah pada tingkat Provinsi Jawa Barat.
Nurrodhin berharap proses pendidikan dan pelatihan Paskibraka mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga beriman dan bertakwa, berakhlak, cerdas, kreatif, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan nasionalisme.
“Harapannya, para Paskibraka dapat menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki semangat kebangsaan berdasarkan Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945,” katanya.(**)









