“Kita membantu mereka dalam pengurusan sertifikasi halal serta legalitas yang dibutuhkan. Saat ini, terdapat sekitar 120 UMKM di Garut yang terlibat dalam pembinaan ini. Selain menambah literasi, kami juga memotivasi mereka untuk memahami strategi marketing yang efektif,” ujar Widi dalam paparannya.
Acara ini juga menghadirkan konten kreator sebagai salah satu upaya akselerasi peningkatan kualitas produk UMKM melalui digitalisasi dan media sosial. “Kami berharap kehadiran konten kreator dapat membantu UMKM memahami pentingnya promosi digital dan meningkatkan kualitas mereka,” tambah Widi. Sabtu,(21/09/2024).
Tak hanya sebatas acara ini, Widi menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengadakan pertemuan rutin dengan para pelaku UMKM untuk memberikan motivasi dan dukungan berkelanjutan. “Kami ingin menunjukkan bahwa pengusaha lokal, khususnya di Garut, bisa berkembang dengan inovasi dan strategi yang tepat.”
Dalam kesempatan tersebut, Widi juga memaparkan proyek aplikasi bernama ‘Si Mandor,’ yang berfungsi sebagai pengontrol regulasi perumahan. “Si Mandor ini kami kembangkan untuk membantu proses manajemen developer secara administratif. Ini adalah metamorfosa dari usaha kami, yang awalnya hanya bergerak di bidang pembangunan, kini merambah ke ranah. (Vik)