Pelaksanaan pembukaan High Level Meeting TPID Kabupaten Garut di Ruang Rapat Setda Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (25/02/2025). (Foto: Moch. Ahdiansyah & Ilham Kautsar P/Diskominfo Kab. Garut).
GARUT BERKABAR,Tarogong Kidul – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, secara resmi membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Garut di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Selasa (25/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Putri menyampaikan pesan dari Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Garut untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (Bapokting) menjelang Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah.
“Saya di sini mewakili Pak Bupati yang mengamanatkan kepada saya dan seluruh perangkat daerah untuk terlibat penuh. Ini bentuk kasih sayang beliau kepada masyarakat dan tanggung jawab atas tugasnya. Pesannya jelas: tolong pastikan harga bahan pokok tetap stabil,” ungkap Putri.
Ia menegaskan bahwa strategi yang telah disusun oleh TPID harus dijalankan secara optimal, termasuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. “Yang tak kalah penting adalah distribusi. Kita harus turun tangan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan spekulasi atau bahkan penimbunan. Itu tantangan kita,” tambahnya.
Putri juga mendorong kolaborasi lintas sektoral dan daerah untuk memastikan ketersediaan stok Bapokting, seperti mencatat kebutuhan yang kurang dan mencari solusi bersama. “Semoga kita semua bisa bekerja sama menjaga stabilitas harga. Ini misi penting yang harus kita sukseskan,” harapnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Garut bidang Pemerintahan Politik dan Hukum sekaligus Plt Asisten Daerah bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dedy Mulyadi, menjelaskan bahwa HLM ini bertujuan merumuskan langkah strategis dan memperkuat koordinasi untuk mengendalikan inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Tujuan kami adalah memastikan pasokan dan distribusi barang lancar, mencegah kenaikan harga akibat spekulasi atau penimbunan, serta menjaga daya beli masyarakat melalui intervensi pasar. Koordinasi antar instansi juga menjadi kunci,” ujar Dedy.(Red).