Tasyakur Nelayan Santolo 2026 Perkuat Tradisi Pesisir dan Dorong Potensi Wisata Bahari Garut

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasyakur Nelayan Santolo 2026 bertema “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir Santolo” berlangsung di Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (5/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur nelayan sekaligus upaya melestarikan budaya pesisir dan mengangkat potensi wisata bahari Garut.

Tasyakur Nelayan Santolo 2026 Perkuat Tradisi Pesisir dan Dorong Potensi Wisata Bahari Garut

GARUT BERKABAR, Cikelet – Tradisi Tasyakur Nelayan Santolo kembali menjadi magnet bagi ribuan warga yang memadati kawasan Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (5/7/2026). Mengusung tema “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir Santolo”, kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut sekaligus komitmen menjaga kelestarian budaya dan lingkungan pesisir.

Perhelatan tahunan tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, serta dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika. Hadir pula jajaran Forkopimcam Cikelet, pengurus HNSI Garut, BPJS Ketenagakerjaan Garut, unsur TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dan nelayan.

Baca Juga :  Bupati Garut Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Permanen di Banjarwangi

Dalam sambutannya, Aris Munandar menegaskan bahwa Tasyakur Nelayan bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan melalui kekayaan laut Pantai Santolo. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menilai kawasan pesisir Santolo memiliki potensi besar sebagai penopang ekonomi masyarakat sekaligus destinasi wisata unggulan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Garut akan terus berupaya meningkatkan infrastruktur menuju kawasan Santolo guna mendukung aktivitas nelayan maupun sektor pariwisata.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai aset berharga yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Selain itu, Disparbud berkomitmen mendorong Tasyakur Nelayan Santolo agar masuk dalam kalender resmi agenda pariwisata Kabupaten Garut sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan setiap tahunnya.

Baca Juga :  Garut Jadi Tuan Rumah West Java Travel Mart 2025, Tawarkan Pesona Wisata Kelas Dunia

Dukungan terhadap pengembangan kegiatan tersebut turut disampaikan Ketua DPD Paguyuban Sundawani Kabupaten Garut, Evan Saepul Rohman, dan tokoh nelayan Santolo, Hj. Ninih Sumarni. Keduanya berharap pelaksanaan Tasyakur Nelayan di masa mendatang semakin meriah dengan kolaborasi berbagai pihak.

Ketua Panitia, Pudin Marjoko, mengapresiasi kehadiran unsur pemerintah dan Forkopimda yang dinilai menjadi bukti perhatian terhadap masyarakat pesisir. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan nelayan sekaligus menjadi ruang penyampaian aspirasi demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian Tasyakur Nelayan Santolo 2026 diisi dengan beragam kegiatan budaya dan sosial, mulai dari pertunjukan seni tradisional, lomba hias perahu nelayan, prosesi adat larung sajen ke tengah laut, pelayanan kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan dan BPJS Ketenagakerjaan, istigasah bersama, santunan bagi anak yatim piatu, hingga ditutup dengan pagelaran Wayang Golek dari Giriharja 3 Putra yang disambut antusias masyarakat.(**).

Penulis : Rizkq

Editor : Admin

Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Sue Machi Tertarik Kenalkan Kopi Garut ke Pasar Jepang
Garut Buka Peluang Kerja Sama Pertanian dengan Praktisi Korea, Fokus Tingkatkan Kualitas Stroberi dan Bawang Putih
Garut International Kite Festival 2026 Dinilai Buka Peluang Baru Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Lestarikan Pencak Silat, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Leluhur
Tiket GIKF 2026 Lebih Ramah untuk Warga Lokal, Kecamatan Cisurupan Beri Kemudahan Akses
Masuk Agenda KEN 2026, Nyanet Festival Perkuat Posisi Garut sebagai Destinasi Wisata Budaya
Bupati Garut: Festival Layang-Layang Internasional Perkuat Pariwisata dan Jalin Persahabatan Antarnegara
Ketua DPRD dan Bupati Garut Hadiri Garut Hebat Fest 2026, Perkuat Syiar Islam Melalui Seni Budaya
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Wali Kota Sue Machi Tertarik Kenalkan Kopi Garut ke Pasar Jepang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Garut Buka Peluang Kerja Sama Pertanian dengan Praktisi Korea, Fokus Tingkatkan Kualitas Stroberi dan Bawang Putih

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Garut International Kite Festival 2026 Dinilai Buka Peluang Baru Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Lestarikan Pencak Silat, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Leluhur

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:02 WIB

Tiket GIKF 2026 Lebih Ramah untuk Warga Lokal, Kecamatan Cisurupan Beri Kemudahan Akses

Berita Terbaru