Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 digelar di Aula Pondok Pesantren Al Musaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (21/5/2026).
GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut resmi menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Al Musaddiyah, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (21/5/2026), menjadi ajang pencarian talenta muda berbakat untuk dipersiapkan menuju kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan, menyampaikan bahwa FLS3N merupakan agenda rutin tahunan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, ajang ini memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi siswa di bidang seni dan budaya sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kepada para siswa untuk menampilkan bakat dan kreativitasnya. Harapannya, akan lahir generasi muda Garut yang mampu bersaing dan mengharumkan daerah di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Asep Wawan.
Ia juga mengapresiasi Bidang SD Disdik Garut beserta seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan sehingga dapat berjalan lancar dan tertib.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdik Garut, Ai Sadidah, menjelaskan bahwa peserta FLS3N merupakan siswa kelas 3, 4, dan 5 yang sebelumnya telah menjadi juara tingkat kecamatan. Sebanyak 371 peserta dari 42 kecamatan mengikuti tujuh cabang perlombaan seni dan sastra.
Adapun cabang yang diperlombakan meliputi gambar bercerita, menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita, kriya, pantomim, dan seni tari yang tersebar di beberapa lokasi perlombaan di wilayah Tarogong Kidul.
Menurut Ai Sadidah, pelaksanaan FLS3N tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter peserta didik melalui penguatan kreativitas, disiplin, rasa percaya diri, hingga apresiasi terhadap budaya bangsa.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung implementasi program Merdeka Belajar dengan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang kreatif, inovatif, inklusif, dan berbudaya di jenjang sekolah dasar.(**).
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut








