Perubahan APBD 2026 Garut Diarahkan untuk Jawab Kebutuhan Warga

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, saat memimpin Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (24/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Nurdin menegaskan Perubahan APBD 2026 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi dalam APBD murni.

Perubahan APBD 2026 Garut Diarahkan untuk Jawab Kebutuhan Warga

GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Pemerintah Kabupaten Garut memastikan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 akan diarahkan untuk memperkuat program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, saat memimpin Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (24/8/2026).

Dalam amanatnya, Nurdin mengapresiasi selesainya pembahasan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara Pemkab Garut dan DPRD Kabupaten Garut. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), termasuk terkait Perubahan APBD 2026, tata kelola BUMD/PDAM, serta pemajuan kebudayaan daerah.

Baca Juga :  Bupati Garut Lantik Puluhan Kepala Puskesmas, Dorong Akselerasi Layanan Kesehatan dan Disiplin ASN

Menurut Nurdin, perubahan APBD menjadi momentum untuk mengakomodasi sejumlah kebutuhan masyarakat yang belum dapat terakomodasi dalam APBD murni. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta memastikan program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) agar tidak bekerja secara sektoral ketika menghadapi persoalan di lapangan. Sebab, kata dia, masyarakat melihat pemerintah daerah sebagai satu kesatuan, bukan berdasarkan pembagian tugas dan kewenangan masing-masing organisasi perangkat daerah.

“Persoalan yang ada di masyarakat pada akhirnya akan menjadi tanggung jawab kita bersama. Masyarakat tidak melihat sekat tugas pokok dan fungsi, tetapi melihat pemerintah daerah sebagai satu kesatuan,” ujar Nurdin.

Ia meminta seluruh kepala SKPD tetap mengedepankan program prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Di sisi lain, pengeluaran untuk kebutuhan internal dan operasional organisasi diminta dilakukan secara efisien.

Baca Juga :  Tinjau Jalan Garut Selatan, Bupati Garut Siapkan Skema Perbaikan Bertahap Karangsewu

Nurdin menilai semangat kerja dan kecepatan merespons persoalan masyarakat menjadi hal penting yang harus dimiliki setiap ASN. Menurutnya, kontribusi sekecil apa pun akan memiliki arti apabila mampu memberikan manfaat bagi warga.

“Bagaimana kontribusi kita, sekecil apa pun itu bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga memberikan perhatian khusus kepada para camat. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah di tingkat kewilayahan, camat dinilai memiliki posisi strategis dalam memastikan kehadiran pemerintah dirasakan langsung masyarakat.

Ia mendorong para camat untuk lebih aktif turun ke lapangan, memahami persoalan warga, sekaligus membangun komunikasi agar berbagai persoalan sosial dapat ditangani lebih cepat.

“Kehadiran rekan-rekan di lapangan adalah representasi kehadiran para pimpinan di Kabupaten Garut,” tegasnya.

Dengan arah perubahan APBD tersebut, jajaran Pemkab Garut diharapkan semakin mampu memperkuat keberpihakan anggaran terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.(**)

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Garut Jadi Rujukan Tabalong dalam Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif
GEMAR Digelorakan di Garut, CFD Jadi Momentum Ajak Warga Lebih Aktif Bergerak
Klinik Utama Armina Resmi Beroperasi, Diharapkan Percepat Layanan Ibu dan Anak di Garut
Wali Kota Sue Machi Tertarik Kenalkan Kopi Garut ke Pasar Jepang
Garut dan Korea Selatan Jajaki Kolaborasi Teknologi Budidaya Stroberi dan Bawang Putih
Garut Kantongi Penghargaan IIGCE 2026, Potensi Panas Bumi Jadi Andalan Energi Bersih
Pemkab Garut Kembangkan Notifikasi Digital untuk Cegah Siswa Berhenti Sekolah
Kehumasan Pemda Jabar Diminta Adaptif Hadapi Arus Informasi Digital
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Perubahan APBD 2026 Garut Diarahkan untuk Jawab Kebutuhan Warga

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Garut Jadi Rujukan Tabalong dalam Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:39 WIB

GEMAR Digelorakan di Garut, CFD Jadi Momentum Ajak Warga Lebih Aktif Bergerak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Wali Kota Sue Machi Tertarik Kenalkan Kopi Garut ke Pasar Jepang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Garut dan Korea Selatan Jajaki Kolaborasi Teknologi Budidaya Stroberi dan Bawang Putih

Berita Terbaru

Pemerintahan

Perubahan APBD 2026 Garut Diarahkan untuk Jawab Kebutuhan Warga

Senin, 24 Agu 2026 - 13:14 WIB