Penguatan Kolaborasi Penanganan Kekerasan Gender oleh Kemen PPPA dan UNFPA di Garut

- Jurnalis

Rabu, 2 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan koordinasi layanan pemangku kepentingan PPA di Kabupaten Garut yang diadakan di Fave Hotel, Tarogong Kidul, Selasa (1/10/2024).

GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama United Nations Population Fund (UNFPA) mengadakan pertemuan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender (KBG) di Kabupaten Garut, Selasa (1/10/2024).

Acara yang berlangsung di Fave Hotel, Tarogong Kidul ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin.

Dalam pidatonya, Barnas memberikan apresiasi terhadap Kemen PPPA dan UNFPA yang mendukung peningkatan layanan bagi perempuan penyintas kekerasan di Garut.

Baca Juga :  1.164 Pegawai PPPK Garut Ikuti Orientasi: Siapkan Diri untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan menghimbau perlunya edukasi tentang kekerasan berbasis gender bagi laki-laki.

Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kemen PPPA, Eko Novi Ariyanti, menyatakan bahwa Kabupaten Garut telah didampingi sejak 2021, dengan harapan upaya pelibatan laki-laki dalam kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran daerah.

Baca Juga :  Apel Kesiapan Pengamanan Pilkada 2024 di Garut, Ribuan Personil Diterjunkan

Risya Kori, Gender Program Specialist dari UNFPA, menjelaskan bahwa Garut dipilih sebagai daerah percontohan karena tingginya angka kematian ibu serta komitmen pemerintah daerah dalam isu kekerasan berbasis gender.

Risya berharap program-program di Garut dapat terus didukung oleh APBD untuk menyediakan layanan komprehensif bagi penyintas. (Red)

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pemkab Garut Ajak Warga Berikan Data Sesuai Kondisi Nyata
Jalan Kaki 60 Kilometer Satukan Garut dan Sumedang, Jadi Simbol Persaudaraan dan Semangat Hidup Sehat
Garut dan Kepri Perkuat Sinergi, Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan dan Pariwisata
Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Garut Perketat Seleksi Kebugaran Atlet
Sekolah Ramah Lingkungan di Garut Mulai Dibangun dengan Bata dari Sampah Plastik Daur Ulang
KA Cikuray Hadir dengan Gerbong Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Distribusi Produk Lokal Garut
SAGARUT Disiapkan Jadi Pusat Layanan Digital Terpadu bagi Warga Garut
Kepala Desa Diminta Jadi Garda Terdepan Tangani Anak Putus Sekolah dan Stunting
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:29 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pemkab Garut Ajak Warga Berikan Data Sesuai Kondisi Nyata

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:54 WIB

Jalan Kaki 60 Kilometer Satukan Garut dan Sumedang, Jadi Simbol Persaudaraan dan Semangat Hidup Sehat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:18 WIB

Garut dan Kepri Perkuat Sinergi, Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan dan Pariwisata

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:44 WIB

Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Garut Perketat Seleksi Kebugaran Atlet

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:49 WIB

Sekolah Ramah Lingkungan di Garut Mulai Dibangun dengan Bata dari Sampah Plastik Daur Ulang

Berita Terbaru