Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meninjau langsung kawasan wisata Curug Sanghyang Taraje di Kecamatan Pamulihan, Sabtu (1/8/2026).
GARUT BERKABAR, Pamulihan – Pemerintah Kabupaten Garut mulai memetakan langkah pengembangan Curug Sanghyang Taraje di Kecamatan Pamulihan sebagai salah satu potensi wisata yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Hal tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat meninjau langsung kawasan Curug Sanghyang Taraje, Sabtu (1/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat secara langsung kondisi objek wisata sekaligus kebutuhan infrastruktur yang diperlukan untuk menunjang kunjungan wisatawan.
Menurut Syakur, Curug Sanghyang Taraje memiliki daya tarik alam yang sangat kuat sehingga perlu dikelola secara berkelanjutan. Pengembangan kawasan wisata, kata dia, harus dilakukan dengan tetap menjaga karakter dan kelestarian lingkungan.
Ia juga melihat adanya peluang mengembangkan keterkaitan antara sektor pariwisata dan olahraga atau sport tourism. Menurutnya, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah apabila dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat.
«“Ini konon salah satu yang tercantik di Jawa Barat. Bahkan mungkin di Indonesia. Ini harus kita pelihara, kita jaga, dan kita kembangkan sehingga memberikan dampak yang baik kepada masyarakat,” ujar Syakur.»
Pemkab Garut, lanjutnya, akan mencari skema pembangunan infrastruktur yang menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Namun, pengembangan kawasan wisata tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pembiayaan pemerintah kabupaten.
Syakur mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola wisata, serta masyarakat. Partisipasi masyarakat, termasuk melalui pemenuhan kewajiban pajak, dinilai penting agar pembangunan fasilitas dapat dilakukan secara berkesinambungan.
“Ke depan saya berharap mereka akan membayarkan BPJT-nya (pajak) dan kita akan kembalikan dalam bentuk sarana pembangunan fasilitas. Tanpa mereka membayar pun kita sudah bangun, apalagi kalau membayar,” katanya.
Di sisi lain, Pengelola Curug Sanghyang Taraje, Deni Tamrin, mengungkapkan bahwa persoalan akses jalan menjadi kebutuhan paling mendesak untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.
Menurut Deni, terdapat sekitar 2,5 kilometer akses jalan dari jalan desa menuju lokasi Curug Sanghyang Taraje yang perlu mendapat perhatian. Selain perbaikan jalan, pihak pengelola juga berharap adanya penambahan penerangan di sepanjang jalur menuju objek wisata.
Deni mengatakan, pihaknya tidak ingin mengubah karakter alami Curug Sanghyang Taraje secara berlebihan. Keindahan alam yang sudah dimiliki kawasan tersebut justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
“Konsepnya memang dengan alam apa adanya. Ini sudah bagus dan mewah. Yang kami mohon kepada Pak Bupati terutama infrastruktur jalan, akses jalannya,” ungkap Deni.
Ia menambahkan, Curug Sanghyang Taraje selama ini cukup ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan. Bahkan, daya tarik air terjun tersebut telah menarik perhatian wisatawan dari luar negeri, di antaranya dari Australia dan Prancis.
Dengan pembenahan akses dan dukungan berbagai pihak, Curug Sanghyang Taraje diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitarnya.(**)







