Peringatan HUT ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tahun 2026 di Kabupaten Garut dirangkaikan dengan Seminar Kesehatan Ibu dan Anak. Kegiatan berlangsung di Aula RS Intan Husada, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (1/8/2026), dengan penekanan pada penguatan peran bidan, kolaborasi lintas profesi, serta komitmen bersama mewujudkan ibu dan bayi yang sehat dan selamat.
GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kabupaten Garut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Puncak peringatan HUT IBI ke-75 tahun 2026 tersebut digelar di Aula RS Intan Husada, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (1/8/2026), sekaligus dirangkaikan dengan Seminar Kesehatan Ibu dan Anak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Leli Yuliani, yang membuka kegiatan tersebut menilai bidan memiliki posisi strategis dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, kontribusi bidan sangat besar sehingga upaya perlindungan terhadap ibu dan bayi perlu terus diperkuat.
Leli mendorong para bidan tidak hanya menjadikan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebagai target, tetapi juga membangun gerakan yang lebih aktif untuk memastikan setiap ibu dan bayi berada dalam kondisi sehat dan selamat.
Ia mengingatkan, dalam menjalankan tugas pelayanan persalinan, bidan harus tetap tenang dan fokus terhadap keselamatan ibu serta bayi.
Selain menjalankan tugas secara profesional, Leli juga mengingatkan para bidan untuk memperhatikan kesehatan diri. Kondisi fisik yang sehat dan bugar dinilai penting agar tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan secara maksimal. Hal tersebut sejalan dengan moto Dinkes Garut, yakni “Sehat, Bugar, Produktif”.
Sementara itu, Pengurus Pusat IBI, Ade Jubaedah, menegaskan bahwa kompleksitas pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak mungkin ditangani oleh bidan seorang diri.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai profesi kesehatan melalui kerja sama lintas disiplin. Kolaborasi antartenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang komprehensif.
Pengurus Daerah IBI Jawa Barat, Mira Karmila, turut mengapresiasi sinergi antara Pengurus Pusat IBI, PD IBI Jawa Barat dan PC IBI Kabupaten Garut yang memungkinkan kegiatan tersebut terlaksana.
Ketua IBI Cabang Garut, Husnul Hotimah, menyebut dukungan dari pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menjadi suntikan motivasi bagi para bidan yang selama ini berada di garis depan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, dukungan tersebut semakin memperkuat semangat bidan untuk menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi.
Dari unsur fasilitas kesehatan, Direktur RS Intan Husada, Drg. Muhammad Hasan, mengatakan keselamatan ibu dan bayi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kebidanan harus terus dilakukan.
Ia berharap semakin banyak bidan yang memiliki kompetensi, profesionalitas dan daya saing sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dedeh Hamidah, menjelaskan peringatan HUT IBI ke-75 tahun ini mengangkat tema “One Million More Midwives”. Tema tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi dan peran bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.
Rangkaian peringatan HUT IBI ke-75 di Kabupaten Garut juga diisi sejumlah kegiatan edukatif dan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya Gerakan Cegah Stunting (GENTING), Kelas AMAN (Ayah Idaman), pelayanan KB gratis, imunisasi gratis, Seminar Bidan Cerdas, sesi tanya jawab bersama Dinkes Garut, ziarah makam sesepuh bidan hingga lomba karaoke.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, IBI Garut diharapkan tidak hanya memperingati perjalanan organisasi, tetapi juga semakin memperkuat kontribusi bidan dalam menciptakan generasi yang sehat serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi di Kabupaten Garut.
GARUT, Tarogong Kidul – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Kabupaten Garut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Puncak peringatan HUT IBI ke-75 tahun 2026 tersebut digelar di Aula RS Intan Husada, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (1/8/2026), sekaligus dirangkaikan dengan Seminar Kesehatan Ibu dan Anak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Leli Yuliani, yang membuka kegiatan tersebut menilai bidan memiliki posisi strategis dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, kontribusi bidan sangat besar sehingga upaya perlindungan terhadap ibu dan bayi perlu terus diperkuat.
Leli mendorong para bidan tidak hanya menjadikan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebagai target, tetapi juga membangun gerakan yang lebih aktif untuk memastikan setiap ibu dan bayi berada dalam kondisi sehat dan selamat.
Ia mengingatkan, dalam menjalankan tugas pelayanan persalinan, bidan harus tetap tenang dan fokus terhadap keselamatan ibu serta bayi.
Selain menjalankan tugas secara profesional, Leli juga mengingatkan para bidan untuk memperhatikan kesehatan diri. Kondisi fisik yang sehat dan bugar dinilai penting agar tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan secara maksimal. Hal tersebut sejalan dengan moto Dinkes Garut, yakni “Sehat, Bugar, Produktif”.
Sementara itu, Pengurus Pusat IBI, Ade Jubaedah, menegaskan bahwa kompleksitas pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak mungkin ditangani oleh bidan seorang diri.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai profesi kesehatan melalui kerja sama lintas disiplin. Kolaborasi antartenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang komprehensif.
Pengurus Daerah IBI Jawa Barat, Mira Karmila, turut mengapresiasi sinergi antara Pengurus Pusat IBI, PD IBI Jawa Barat dan PC IBI Kabupaten Garut yang memungkinkan kegiatan tersebut terlaksana.
Ketua IBI Cabang Garut, Husnul Hotimah, menyebut dukungan dari pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan menjadi suntikan motivasi bagi para bidan yang selama ini berada di garis depan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, dukungan tersebut semakin memperkuat semangat bidan untuk menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan ibu dan bayi.
Dari unsur fasilitas kesehatan, Direktur RS Intan Husada, Drg. Muhammad Hasan, mengatakan keselamatan ibu dan bayi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kebidanan harus terus dilakukan.
Ia berharap semakin banyak bidan yang memiliki kompetensi, profesionalitas dan daya saing sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Dedeh Hamidah, menjelaskan peringatan HUT IBI ke-75 tahun ini mengangkat tema “One Million More Midwives”. Tema tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat eksistensi dan peran bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif.
Rangkaian peringatan HUT IBI ke-75 di Kabupaten Garut juga diisi sejumlah kegiatan edukatif dan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya Gerakan Cegah Stunting (GENTING), Kelas AMAN (Ayah Idaman), pelayanan KB gratis, imunisasi gratis, Seminar Bidan Cerdas, sesi tanya jawab bersama Dinkes Garut, ziarah makam sesepuh bidan hingga lomba karaoke.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, IBI Garut diharapkan tidak hanya memperingati perjalanan organisasi, tetapi juga semakin memperkuat kontribusi bidan dalam menciptakan generasi yang sehat serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi di Kabupaten Garut.(**)







