Garut Dorong Pengembangan Perhutanan Sosial melalui Tujuh Program Terpadu

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Rencana Aksi Integrated Area Development (IAD) Berbasis Perhutanan Sosial di Aula Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Garut Dorong Pengembangan Perhutanan Sosial melalui Tujuh Program Terpadu

GARUT BERKABAR, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengembangkan potensi perhutanan sosial melalui pendekatan Integrated Area Development (IAD). Sebanyak tujuh program rencana aksi disiapkan dengan sasaran penguatan pengelolaan kawasan, kapasitas masyarakat, hingga perluasan akses pasar.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Rencana Aksi Integrated Area Development (IAD) Berbasis Perhutanan Sosial yang digelar di Aula Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, pengembangan perhutanan sosial membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dengan kementerian, lembaga, serta berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar potensi kawasan hutan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Rencana aksi yang disiapkan Pemkab Garut tersebut dibagi ke dalam tiga klaster wilayah prioritas. Klaster I meliputi Kecamatan Cikajang, Pasirwangi, dan Cisurupan.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Garut Ikut Serta dalam Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Infanteri 303/SSM

Sementara Klaster II mencakup Kecamatan Bayongbong, Leles, Samarang, dan Kadungora. Adapun Klaster III terdiri atas Kecamatan Pamulihan, Sucinaraja, Pakenjeng, Bungbulang, Banjarwangi, dan Cisewu.

Tujuh program yang menjadi bagian dari rencana aksi IAD berbasis perhutanan sosial tersebut mencakup legalitas pengelolaan perhutanan sosial, penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, peningkatan kualitas klaster komoditas, serta pengembangan modal usaha terpadu percontohan.

Selain itu, Pemkab Garut mendorong pengembangan dan perbaikan sarana prasarana, peningkatan produksi sekaligus perluasan akses pasar, serta pemantapan kemandirian dalam pengelolaan perhutanan sosial.

Di tingkat pemerintah pusat, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, Catur Endah Prasetiani, menyebut perhutanan sosial merupakan salah satu program strategis nasional yang pelaksanaannya melibatkan berbagai sektor.

Ia menjelaskan, program tersebut diatur melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2026 dan dilaksanakan hingga 2029. Kebijakan itu juga diperkuat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang diarahkan untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga :  Pemkab Garut Sambut Positif Reuni Akbar SMPN 2, Apresiasi Peran Alumni dan Guru

Catur menegaskan, perhutanan sosial tidak hanya menjadi agenda sektor kehutanan. Pendekatan tersebut juga dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air.

Dalam pengembangannya, pemerintah juga mendorong hilirisasi melalui konsep multiusaha kehutanan. Pemanfaatan hasil hutan tidak hanya diarahkan pada komoditas kayu, tetapi juga hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi.

Sejumlah komoditas seperti kopi, cokelat, aren, kemiri, jambu mete, kelapa, dan lada menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan melalui sinergi sektor kehutanan dan pertanian.

Pengembangan kawasan melalui pendekatan terpadu tersebut mengacu pada Perpres Nomor 28 Tahun 2023 tentang pembangunan wilayah terpadu berbasis perhutanan sosial atau IAD.

Dengan rencana aksi tersebut, Pemkab Garut mendorong agar pengelolaan perhutanan sosial tidak berhenti pada aspek legalitas kawasan, tetapi berlanjut pada penguatan kelembagaan, pengembangan usaha, peningkatan produksi, hingga terciptanya kemandirian masyarakat pengelola.(**)

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Beri Pembekalan Antikorupsi, Bupati Garut Tekankan Tata Kelola Desa yang Bersih
Pramuka Garut Diperkuat, Pengurus Mabi dan Pinsaka Dua Saka Resmi Dilantik
Domba Garut Tak Sekadar Tradisi, Pemkab Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Warga
DHR-45 Dikukuhkan, Bupati Garut Ajak Pengurus Hidupkan Semangat Perjuangan
Garut Dorong Percepatan Penerangan Jalan Lewat Skema KPBU
Abu Vulkanik dan Karhutla Jadi Perhatian, Bupati Garut Ingatkan ASN Tetap Waspada
Garut Plaza Mulai Berbenah, Aktivasi dan Rebranding Dorong Kebangkitan Perdagangan serta UMKM
Pariwisata Jadi Andalan, Bupati Garut Bidik Peningkatan PAD dari Sektor Ekonomi Wisata
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:25 WIB

Garut Dorong Pengembangan Perhutanan Sosial melalui Tujuh Program Terpadu

Selasa, 15 September 2026 - 20:38 WIB

KPK Beri Pembekalan Antikorupsi, Bupati Garut Tekankan Tata Kelola Desa yang Bersih

Senin, 14 September 2026 - 12:33 WIB

Pramuka Garut Diperkuat, Pengurus Mabi dan Pinsaka Dua Saka Resmi Dilantik

Sabtu, 12 September 2026 - 21:53 WIB

Domba Garut Tak Sekadar Tradisi, Pemkab Dorong Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Jumat, 11 September 2026 - 15:53 WIB

DHR-45 Dikukuhkan, Bupati Garut Ajak Pengurus Hidupkan Semangat Perjuangan

Berita Terbaru

Berita

Pemkab Garut Siapkan Langkah Pemulangan Korban Kapal Virgo

Senin, 14 Sep 2026 - 13:52 WIB