Distribusi Pupuk Subsidi di Garut Capai 50 Persen, Pemkab Dorong Petani Lengkapi Data RDKK

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama jajaran Manajemen PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Barat dan Asosiasi Pupuk Kabupaten Garut membahas ketersediaan serta distribusi pupuk bersubsidi di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (5/8/2026).

Distribusi Pupuk Subsidi di Garut Capai 50 Persen, Pemkab Dorong Petani Lengkapi Data RDKK

GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut hingga akhir Juli 2026 telah mencapai sekitar 50 persen dari total alokasi tahun berjalan. Pemerintah Kabupaten Garut bersama PT Pupuk Indonesia terus memastikan distribusi pupuk berjalan lancar sekaligus mendorong petani yang belum terdata agar segera masuk dalam sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama jajaran Manajemen PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Barat dan Asosiasi Pupuk Kabupaten Garut di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek terkait penyaluran pupuk bersubsidi, mulai dari ketersediaan stok, ketepatan distribusi, harga pupuk, hingga pendataan petani penerima subsidi.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan, pengawasan perlu dilakukan secara bersama-sama karena pupuk bersubsidi merupakan komoditas yang mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pengelola distribusi, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat agar pupuk yang disalurkan benar-benar sampai kepada petani yang berhak.

Baca Juga :  Respons Aduan Warga Soal LPG, Wabup Garut Sidak Stok dan Harga di Pasar Andir

“Alhamdulillah selama ini di Garut distribusi pupuk baik-baik saja. Namun karena ini adalah barang bersubsidi, berarti akan ada pengawasan dari semua pihak baik di masyarakat dan pengelola,” kata Abdusy Syakur Amin.

Ia menambahkan, jaminan ketersediaan pupuk menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Karena itu, pemerintah akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi sesuai ketentuan.

Sementara itu, Manager Penjualan Jabar 3 PT Pupuk Indonesia, Teuku Reza Pratama, mengatakan penyaluran pupuk bersubsidi di Garut sampai penghujung Juli 2026 telah mencapai kurang lebih setengah dari alokasi yang ditetapkan untuk tahun ini.

Distribusi di tingkat Lini III dan Lini IV disebut berlangsung lancar. Stok pupuk jenis Urea dan NPK juga dipastikan tersedia pada Penerima Pupuk Titik Serah (PPTS).

PT Pupuk Indonesia juga terus mengingatkan para PPTS agar menerapkan harga sesuai ketetapan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya perbedaan harga pupuk bersubsidi di tingkat petani.

Adapun apabila petani meminta pupuk dikirim langsung ke rumah maupun lahan, biaya pengiriman dapat menjadi komponen tersendiri dan tidak termasuk dalam harga pupuk yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Pemkab Garut Gencarkan Upaya Peningkatan Kebersihan dan Ketertiban

“Kalau ada biaya pengiriman itu hal yang berbeda. Karena petani kadang ada yang meminta dikirim langsung ke lahannya dan ada yang meminta ke rumahnya,” ujar Teuku.

Lebih lanjut, PT Pupuk Indonesia menyatakan tidak menemukan persoalan kelangkaan pupuk di Kabupaten Garut. Kendala yang masih terjadi dalam proses penebusan lebih banyak berkaitan dengan status pendataan petani.

Sebagian petani belum dapat melakukan penebusan karena belum tercantum dalam RDKK. Hingga saat ini, sekitar 254 ribu petani Garut telah tercatat dalam sistem tersebut.

Untuk memperluas cakupan pendataan, PT Pupuk Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Petani yang belum terdaftar didorong untuk mengikuti proses pendaftaran melalui portal RDKK sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain memperkuat sistem pendataan dan distribusi, PT Pupuk Indonesia juga akan melakukan edukasi langsung kepada masyarakat tani mengenai pemanfaatan pupuk organik.

Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya menjaga kualitas tanah, sekaligus mendukung pemulihan lahan pertanian agar tetap produktif dalam jangka panjang.

Pemkab Garut berharap sinergi antara pemerintah, PT Pupuk Indonesia, distributor, kelompok tani, dan masyarakat dapat membuat penyaluran pupuk bersubsidi semakin tertib, transparan, dan tepat sasaran.(**)

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

412 Warga Garut Ikuti Pelatihan Vokasi, Bupati Tekankan Pentingnya SDM Kompeten
Garut International Kite Festival 2026 Dinilai Buka Peluang Baru Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Sinergi dengan TNI, Pemkab Garut Perkuat Armada Tanggap Kebakaran
Lestarikan Pencak Silat, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Leluhur
Tutup Liga Voli Antar-Desa, Bupati Garut Tekankan Sportivitas dan Kekompakan Warga
Masuk Agenda KEN 2026, Nyanet Festival Perkuat Posisi Garut sebagai Destinasi Wisata Budaya
Bupati Garut: Festival Layang-Layang Internasional Perkuat Pariwisata dan Jalin Persahabatan Antarnegara
Pemkab Garut Gandeng WFI Percepat Penanganan Rumah Tak Layak Huni
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Distribusi Pupuk Subsidi di Garut Capai 50 Persen, Pemkab Dorong Petani Lengkapi Data RDKK

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:39 WIB

412 Warga Garut Ikuti Pelatihan Vokasi, Bupati Tekankan Pentingnya SDM Kompeten

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Garut International Kite Festival 2026 Dinilai Buka Peluang Baru Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Lestarikan Pencak Silat, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Leluhur

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Tutup Liga Voli Antar-Desa, Bupati Garut Tekankan Sportivitas dan Kekompakan Warga

Berita Terbaru