
GARUT BERKABAR, Garut Kota – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Garut secara resmi menetapkan besaran zakat fitrah untuk Ramadan 1446 Hijriah berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 65 Tahun 2022. Fatwa tersebut menetapkan bahwa zakat fitrah harus dikeluarkan sebesar 2,7 kg atau 3,5 liter beras.
Ketua BAZNAS Kabupaten Garut, Abdullah Effendi, menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil sosialisasi yang dilakukan MUI Kabupaten Garut sebelum Ramadan kepada berbagai organisasi masyarakat serta pengurus MUI di tingkat kecamatan dan desa.
“Kami mengacu pada Fatwa MUI dalam menetapkan besaran zakat fitrah agar pengelolaan zakat tetap aman secara syar’i, regulasi, dan kebangsaan,” ujar Abdullah Effendi dalam konferensi pers di kantor BAZNAS, Senin (24/3/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun terdapat perbedaan dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) yang masih menggunakan standar 2,5 kg, Abdullah menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut dan mendapat izin untuk berpedoman pada Fatwa MUI.
Adapun zakat fitrah dalam bentuk uang ditetapkan sebesar Rp40.500 per jiwa, berdasarkan harga beras premium di pasaran yang berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per kg.
“Kami mengambil harga tertinggi untuk mengantisipasi kenaikan harga beras menjelang Idulfitri,” tambahnya.
Baznas Kabupaten Garut menargetkan pengumpulan zakat fitrah tahun ini mencapai Rp78 miliar, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp76 miliar.
Sekda Garut Ajak Masyarakat Taat Fatwa MUI
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, turut mengajak masyarakat untuk membayar zakat sesuai ketentuan Fatwa MUI, yaitu sebesar 2,7 kg beras. Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar.
“Zakat tidak akan membuat seseorang miskin. Justru dengan menunaikannya, kita mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT,” ujar Nurdin Yana.
Ia juga menyampaikan bahwa apabila seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Garut
—yang berjumlah sekitar 19 ribu orang—menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, maka dana yang terkumpul bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Jika umat Islam di Garut bersatu dalam menyalurkan zakat melalui BAZNAS, manfaatnya tidak hanya bersifat seremonial keagamaan, tetapi juga dapat membangun kesejahteraan bersama,” tutupnya.(Red).
Penulis : Admin
Editor : Rizkq
Sumber Berita : Diskominfo Kab. Garut