Program Cek Kesehatan Gratis Capai 29,8 Juta Penerima Manfaat

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hampir 30 Juta Warga Sudah Cek Kesehatan Gratis!Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus berjalan dan kini sudah menjangkau 29,8 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Target 2025: 60 juta penerima manfaat, rabu (17/9), Mari manfaatkan layanan ini minimal sekali setahun untuk hidup lebih sehat. Jumat (19/9/2025). 

GARUT BERKABAR, JAKARTA – Hingga pertengahan September 2025, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau hampir 30 juta orang di seluruh Indonesia. Rabu (18/9). Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sistem kesehatan nasional yang adil, menyeluruh, dan berbasis pencegahan. Jumat (19/9/2025).

“Program Cek Kesehatan Gratis ini sudah menjangkau sebanyak 29,8 juta penerima manfaat,” ujar Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maria Endang Sumiwi, dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (17/9).

Tercatat sebanyak 32,3 juta orang telah mendaftar program CKG yang dilaksanakan melalui 10.226 puskesmas di seluruh Tanah Air. Program yang diluncurkan Presiden Prabowo pada 10 Februari 2025 ini tidak hanya menjadi wujud nyata PHTC, tetapi juga bagian dari Asta Cita untuk mewujudkan rakyat Indonesia yang sehat, produktif, dan terlindungi sejak dini. Layanan ini diberikan gratis minimal sekali dalam setahun.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Dorong Pemerataan Hunian Lewat Program 3 Juta Rumah

Pemerintah menargetkan 60 juta penerima manfaat tahun ini dan secara bertahap menjangkau seluruh rakyat Indonesia. CKG dilaksanakan dengan melibatkan puskesmas, posyandu, sekolah, klinik BPJS, kantor, dan komunitas.

Dari total 29,8 juta penerima manfaat, sebanyak 5,9 juta adalah peserta didik dari 91.184 sekolah, mulai dari SD hingga SMA, termasuk pesantren di 38 provinsi.

Sebaran peserta terdiri dari 17,1 juta perempuan dan 12,6 juta laki-laki. Tiga provinsi dengan peserta terbanyak adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, sementara provinsi dengan jumlah peserta terkecil adalah Papua, Papua Barat, dan Papua Pegunungan.

Endang menyebut, untuk mengejar target 60 juta penerima manfaat, pemerintah akan terus mengoptimalkan tren pendaftar harian yang mencapai lebih dari 600 ribu pendaftar dan hampir 500 ribu pemeriksaan setiap harinya di berbagai fasilitas layanan.

Baca Juga :  HWP Apresiasi Batik Garutan, Rayakan Hari Batik Nasional di Kampung Batik Paledang

Data Kesehatan yang Terdeteksi

Hasil pemeriksaan juga memberikan gambaran masalah kesehatan yang ditemukan pada berbagai kelompok usia.

Bayi baru lahir: kelainan saluran empedu, berat lahir rendah, penyakit jantung bawaan kritis, hipotiroid kongenital, dan defisiensi enzim G6PD.

Anak balita: gigi karies, anemia, stunting, gizi kurang, serta perkembangan tidak normal.

Masyarakat dewasa: kurang aktivitas fisik, karies gigi, obesitas sentral, kelebihan berat badan & obesitas, serta hipertensi.

Endang menegaskan tiga pesan penting bagi masyarakat. Pertama, memanfaatkan program CKG dengan baik, termasuk mendorong anak-anak untuk ikut serta. Kedua, mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan olahraga rutin serta mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, asin, dan berlemak. Ketiga, jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah kesehatan, masyarakat diminta tidak mengabaikan pengobatan untuk mencegah penyakit semakin parah. (red)

Penulis : Rizky

Editor : Admin

Sumber Berita : Siaran Pers Badan Komunikasi Pemerintah

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komdigi Dorong Profesionalisme Pranata Humas Lewat Penguatan Kompetensi dan Regulasi Baru
Plt. Kapusluhtan Kementan Tinjau Langsung Program Pertanian di Garut, Fokus Perkuat Swasembada Pangan
Bupati Garut Perkuat Kolaborasi dengan DEN, Dorong Akselerasi Energi Terbarukan
Momentum May Day, Bupati Garut Tampung Aspirasi Buruh dan Dorong Sinergi Tiga Pihak
Ketua DPRD Garut bersama Anggota DPRD Jabar menghadiri Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 Tuai Apresiasi, Dorong Pelestarian Seni dan Penguatan Ekonomi Lokal
Bupati Garut Hadiri Rakornas Pemerintah 2026, Dorong Penguatan Kolaborasi Nasional
Prabowo Canangkan Indonesia Sejahtera: Pangan Terjamin, Rakyat Sehat, Pendidikan Berkualitas
Prabowo Teguhkan Politik Bebas Aktif: Indonesia Pilih Berdiri Mandiri, Tak Berpihak pada Pakta Militer
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:46 WIB

Komdigi Dorong Profesionalisme Pranata Humas Lewat Penguatan Kompetensi dan Regulasi Baru

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:00 WIB

Plt. Kapusluhtan Kementan Tinjau Langsung Program Pertanian di Garut, Fokus Perkuat Swasembada Pangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:16 WIB

Bupati Garut Perkuat Kolaborasi dengan DEN, Dorong Akselerasi Energi Terbarukan

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:08 WIB

Momentum May Day, Bupati Garut Tampung Aspirasi Buruh dan Dorong Sinergi Tiga Pihak

Senin, 27 April 2026 - 08:31 WIB

Ketua DPRD Garut bersama Anggota DPRD Jabar menghadiri Gebyar Pesona Budaya Garut 2026 Tuai Apresiasi, Dorong Pelestarian Seni dan Penguatan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru