Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook menjadi langkah kolaboratif antara pemerintah, YouTube, akademisi, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat literasi digital keluarga serta mendukung perlindungan anak di ruang digital sesuai implementasi PP TUNAS.
GARUT BERKABAR, JAKARTA – Upaya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan platform teknologi. Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook, sebuah buku panduan yang ditujukan bagi orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak beraktivitas di dunia digital.
Peluncuran panduan tersebut menjadi bagian dari komitmen YouTube dalam menjalankan tanggung jawab sebagai penyelenggara platform digital sekaligus mendukung pelaksanaan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur perlindungan anak di ruang digital.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai kehadiran buku panduan ini sangat relevan dengan tantangan pengasuhan di era teknologi yang terus berkembang. Menurutnya, masih banyak orang tua yang membutuhkan arahan mengenai cara mendampingi anak saat menggunakan media sosial, bermain gim daring, maupun mengakses berbagai layanan digital lainnya.
Saat peluncuran yang berlangsung di Garuda Spark, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026), Meutya menegaskan bahwa perlindungan anak saat ini tidak hanya dilakukan di lingkungan fisik, tetapi juga harus mencakup ruang digital yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.
Ia mengibaratkan ruang digital sebagai rumah baru bagi anak-anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua untuk memastikan lingkungan tersebut tetap aman dan nyaman bagi tumbuh kembang mereka.
Panduan Digital Wellbeing Guidebook disusun melalui kerja sama antara YouTube, Kementerian Komunikasi dan Digital, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, serta sejumlah pakar yang memiliki kompetensi di bidang perlindungan anak dan kesehatan digital.
Perwakilan YouTube menjelaskan bahwa buku panduan tersebut dirancang untuk memberikan edukasi yang mudah dipahami sekaligus praktis diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan orang tua dapat lebih siap mendampingi anak menghadapi berbagai risiko maupun peluang yang hadir di era digital.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan perlindungan anak di ruang digital bukan bertujuan membatasi akses terhadap teknologi. Sebaliknya, regulasi tersebut diarahkan agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Dengan hadirnya Digital Wellbeing Guidebook, pemerintah dan pelaku industri digital berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital keluarga semakin meningkat, sehingga perlindungan anak di ruang digital dapat diwujudkan secara gotong royong oleh seluruh elemen masyarakat.(**)
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut






