Kementerian Desa PDTT Gelar Pelatihan Desa Inklusif di Garut

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT BERKABAR – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial di Kabupaten Garut. Acara ini berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 Juli 2024 dan difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut bersama Tenaga Pendamping Profesional, Pendamping Desa, serta Pendamping Lokal Desa.

Kabupaten Garut dipilih sebagai lokasi kegiatan ini sesuai dengan Keputusan Dirjen Pembangunan Desa & Perdesaan Kemendes PDTT Nomor 48.44 Tahun 2024. Kepala DPMD Kabupaten Garut, Wawan Nurdin, menjelaskan bahwa ada empat desa yang menjadi lokasi bimtek, yaitu Desa Sukatani (Kecamatan Cilawu), Desa Jayamekar (Kecamatan Pakenjeng), Desa Rancasalak (Kecamatan Kadungora), dan Desa Suci (Kecamatan Karangpawitan).

“Program ini merupakan bagian dari Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) sub komponen 2B, yang melibatkan 192 desa di 48 kabupaten dan 15 provinsi,” ujar Wawan dalam sambutannya di Desa Suci.

Bimtek ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Desa, BPD, Kader Posyandu, Kader Pemberdayaan Masyarakat, kelompok disabilitas, kelompok rentan, marginal, perempuan, dan tokoh masyarakat lainnya. Setelah pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan dalam tiga tahap.

Pelatihan dilakukan di desa-desa lokus dengan fasilitator dari DPMD Kabupaten Garut, tenaga pendamping profesional, dan pendamping desa yang telah mengikuti Training of Trainer (ToT) Fasilitator Desa Inklusi dan Akuntabilitas Sosial yang diselenggarakan oleh Kemendes PDTT.

Wawan menjelaskan bahwa hasil bimtek ini mencakup lembar kerja penilaian atau score card akuntabilitas sosial, keputusan kepala desa tentang Penggerak Desa Inklusif, serta Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) program kegiatan di desa yang berbasis inklusi dan akuntabilitas sosial.

Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa, Teguh Hadi Sulistiono, yang hadir pada pelaksanaan bimtek terakhir menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat membentuk model Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial yang mendukung pencapaian SDGs desa. “Melalui bimtek ini, model Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial diharapkan terbentuk dan berkontribusi terhadap pencapaian SDGs,” ujar Teguh. (DK)
Baca Juga :  Garut Dukung Pemecahan Rekor MURI ASN Pakai Sarung Tenun
Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Pekat di Cilawu, Polisi Sita 9 Botol Minuman Beralkohol
Alarm Berbunyi Dini Hari, Aksi Curanmor di Cibatu Berujung Penangkapan
Sekolah Berbahan Sampah Plastik Hadir di Garut, Jadi Model Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Becak Listrik Mulai Hadir di Garut, 260 Pengemudi Terima Bantuan Presiden
Truk Engkel Oleng Saat Hujan di Ibrahim Adjie, Polisi Turun Tangan Evakuasi
Razia Miras di Tarogong Kaler, Polisi Amankan 30 Botol dan Seorang Penjual
Fuso Bermuatan Triplek Oleng di Cibatu, Polisi Bergerak Atasi Gangguan Lalu Lintas
Diduga Kuasai Senjata Tajam, Pria 43 Tahun Diamankan Polisi di Leles
Berita ini 15 kali dibaca