GARUT BERKABAR, Garut kota – Dunia pendidikan di Kabupaten Garut tengah menjadi perhatian publik menyusul beredarnya keluhan sejumlah siswa terkait dugaan sikap kurang tepat dari oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di SMKN 2 Garut. Isu ini ramai diperbincangkan, terutama di media sosial, dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Senin (4/5/2026).
Sejumlah siswa mengaku merasa tidak nyaman dengan metode pembinaan yang diterapkan. Mereka menilai pendekatan yang dilakukan seharusnya lebih mengedepankan edukasi dan keteladanan, bukan tekanan.
“Seorang guru seharusnya membimbing dan memberi contoh yang baik, bukan membuat siswa merasa tertekan,” ujar salah satu siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Perbincangan semakin meluas setelah muncul tudingan terkait razia dan tindakan disipliner yang dianggap berlebihan terhadap siswi di lingkungan sekolah. Hal ini memunculkan kekhawatiran mengenai dampak psikologis yang mungkin dirasakan oleh para pelajar.
Di media sosial, berbagai komentar bermunculan. Sebagian warganet mendorong adanya evaluasi sistem pembinaan di sekolah, sementara lainnya meminta pihak terkait untuk melakukan klarifikasi agar situasi tidak berkembang menjadi kesimpangsiuran informasi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah mengenai isu tersebut. Publik pun berharap adanya penjelasan yang transparan dan penyelesaian yang bijak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan yang sehat antara guru dan siswa, dengan mengedepankan komunikasi, empati, serta pendekatan yang mendidik demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. (**)
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Exsel Mochamad Wiki






