Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut dalam rangka penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan KUA serta PPAS TA 2025–2026 dan KUA-PPAS TA 2027 di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (13/8/2026). Pemerintah daerah menegaskan anggaran akan diarahkan pada pemenuhan layanan dasar dan penguatan sektor ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Pemerintah Kabupaten Garut mulai memantapkan arah kebijakan anggaran dengan menempatkan kebutuhan masyarakat dan penguatan sektor ekonomi sebagai fokus utama. Di tengah ruang fiskal yang terbatas, setiap program dituntut memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut di Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (13/8/2026). Rapat tersebut membahas sekaligus menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) TA 2025–2026 dan KUA-PPAS TA 2027.
Abdusy Syakur menjelaskan, penyusunan dan penyesuaian kebijakan anggaran tidak dapat dilepaskan dari kondisi keuangan daerah serta berbagai perkembangan kebijakan di tingkat nasional dan provinsi.
Menurutnya, dinamika pendapatan dan belanja daerah, kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, hingga perubahan kondisi sosial-ekonomi masyarakat menjadi dasar dalam menentukan kembali prioritas pembangunan.
“Perkembangan kebijakan pendapatan daerah, belanja daerah, kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, serta dinamika sosial dan ekonomi masyarakat menjadi pertimbangan utama kami dalam melakukan penyesuaian kebijakan anggaran,” katanya.
Menghadapi proyeksi fiskal yang semakin menantang, pemerintah daerah akan melakukan penyaringan lebih ketat terhadap program dan kegiatan yang diusulkan untuk memperoleh pembiayaan melalui APBD.
Bupati menekankan, anggaran tidak hanya harus terserap, tetapi juga memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemenuhan layanan dasar menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian, terutama dalam upaya memperluas dan memeratakan akses masyarakat terhadap kebutuhan pelayanan publik.
Di sisi lain, pembangunan ekonomi daerah juga menjadi bagian penting dari strategi penganggaran. Pemerintah Kabupaten Garut akan mendorong sektor-sektor yang memiliki potensi meningkatkan produktivitas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta industri potensial menjadi sejumlah sektor yang diarahkan untuk terus diperkuat.
“Dalam proyeksi kondisi fiskal yang penuh tantangan di tahun-tahun mendatang, kita perlu semakin selektif dalam menentukan program dan kegiatan prioritas,” tegas Abdusy Syakur.
Ia menambahkan, proses penyesuaian kebijakan anggaran tersebut tidak terlepas dari peran DPRD Kabupaten Garut. Bupati pun menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas berbagai masukan, koreksi, dan sinergi selama pembahasan berlangsung. (**)







