Bupati Garut Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Permanen di Banjarwangi

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau lokasi jembatan penghubung antara Desa Kadongdong dan Desa Padahurip di Kecamatan Banjarwangi yang putus akibat banjir bandang, Jumat (8/5/2026).

Bupati Garut Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Permanen di Banjarwangi

GARUT BERKABAR, Banjarwangi – Pemerintah Kabupaten Garut terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di wilayah selatan Garut. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi jembatan penghubung antara Desa Kadongdong dan Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, yang sebelumnya putus akibat banjir bandang, Jumat (8/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan pembangunan jembatan gantung permanen yang akan dibangun melalui dukungan pemerintah pusat. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Dalam peninjauan itu, Bupati Garut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, Kepala Dinas Sosial, serta unsur kecamatan dan pemerintah desa setempat.

Baca Juga :  Pemkab Garut Dorong Payung Hukum Cegah Penyalahgunaan Obat Keras di Kalangan Remaja

Abdusy Syakur Amin mengatakan, pembangunan jembatan baru menjadi prioritas pemerintah daerah agar konektivitas warga dapat segera pulih setelah bertahun-tahun mengandalkan jalur darurat.

“Pembangunan ini diharapkan bisa segera terlaksana karena mendapat dukungan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dengan dukungan penuh dari masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut, Agus Ismail, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari program Kementerian PU dalam meningkatkan akses layanan dasar di wilayah terpencil, khususnya pendidikan dan kesehatan.

Menurut hasil perencanaan teknis, jembatan akan dibangun dengan bentang utama sekitar 80 meter dan tambahan akses sayap di kedua sisi sepanjang 13 meter, sehingga total panjang keseluruhan mencapai lebih dari 100 meter.

Agus menyebut, salah satu tantangan pembangunan sebelumnya berada pada akses jalan pendekat menuju lokasi jembatan. Namun, persoalan tersebut kini mulai teratasi melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.

Baca Juga :  Bupati Garut Serukan Semangat Kurban sebagai Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Iduladha

“Kami terus berkolaborasi dengan pihak desa untuk membuka akses jalur pendekat, baik dari arah Desa Kadongdong maupun Desa Padahurip, agar pembangunan nantinya berjalan optimal,” katanya.

Kepala Desa Kadongdong, Maoluddin Lapit, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Ia menilai keberadaan jembatan permanen sangat dibutuhkan karena menjadi jalur utama warga menuju pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Sejak jembatan lama hanyut pada tahun 2022, masyarakat terpaksa menggunakan jembatan darurat hasil swadaya warga untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, terutama bagi pelajar, petani, dan warga yang hendak menuju pusat kota. Mudah-mudahan pembangunan ini segera terwujud dan memberi dampak besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.(**)

Penulis : Rizkq

Editor : Admin

Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pemkab Garut Ajak Warga Berikan Data Sesuai Kondisi Nyata
Jalan Kaki 60 Kilometer Satukan Garut dan Sumedang, Jadi Simbol Persaudaraan dan Semangat Hidup Sehat
Garut dan Kepri Perkuat Sinergi, Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan dan Pariwisata
Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Garut Perketat Seleksi Kebugaran Atlet
Sekolah Ramah Lingkungan di Garut Mulai Dibangun dengan Bata dari Sampah Plastik Daur Ulang
KA Cikuray Hadir dengan Gerbong Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Distribusi Produk Lokal Garut
SAGARUT Disiapkan Jadi Pusat Layanan Digital Terpadu bagi Warga Garut
Kepala Desa Diminta Jadi Garda Terdepan Tangani Anak Putus Sekolah dan Stunting
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:29 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pemkab Garut Ajak Warga Berikan Data Sesuai Kondisi Nyata

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:54 WIB

Jalan Kaki 60 Kilometer Satukan Garut dan Sumedang, Jadi Simbol Persaudaraan dan Semangat Hidup Sehat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:18 WIB

Garut dan Kepri Perkuat Sinergi, Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan dan Pariwisata

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:44 WIB

Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Garut Perketat Seleksi Kebugaran Atlet

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:49 WIB

Sekolah Ramah Lingkungan di Garut Mulai Dibangun dengan Bata dari Sampah Plastik Daur Ulang

Berita Terbaru