Bermain Judol, Kesenangan Sesaat yang Bisa Berujung Masalah Serius

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT BERKABAR, Garut  – Judi online (judol) menjadi salah satu persoalan sosial yang semakin mendapat perhatian. Kemudahan akses melalui telepon pintar membuat aktivitas tersebut dapat dilakukan kapan saja, bahkan tanpa harus keluar rumah.

Di balik iming-iming keuntungan cepat, judi online menyimpan berbagai risiko yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi keuangan. Kebiasaan bermain secara terus-menerus dapat berdampak terhadap kesehatan mental, hubungan keluarga, pendidikan, pekerjaan, hingga kehidupan sosial seseorang.

Berawal dari Coba-Coba

Tidak sedikit orang mengenal judi online dari ajakan teman, iklan di internet, maupun rasa penasaran. Pada awalnya, aktivitas tersebut mungkin dianggap sekadar hiburan atau cara mendapatkan uang tambahan.

Namun, ketika seseorang mulai mengejar kekalahan dengan kembali memasang taruhan, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi pola yang sulit dikendalikan. Waktu dan perhatian pun semakin banyak tersita untuk memikirkan permainan.

Kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengabaikan aktivitas penting lainnya, termasuk belajar, bekerja, berinteraksi dengan keluarga, maupun menjalankan tanggung jawab sehari-hari.

Dampak Ekonomi

Salah satu dampak yang paling mudah terlihat adalah persoalan keuangan. Uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dapat habis karena digunakan untuk bermain.

Kerugian juga berpotensi mendorong seseorang mencari pinjaman untuk kembali bermain dengan harapan dapat mengembalikan uang yang hilang. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menimbulkan beban ekonomi yang semakin berat.

Baca Juga :  Ketua MPR dan Menteri Agama Saksikan Pernikahan Putra Gubernur Jabar di Garut

Masalah keuangan kemudian dapat berkembang menjadi konflik dengan orang tua, pasangan, maupun anggota keluarga lainnya.

Mengganggu Kesehatan Mental

Judi online juga dapat memberikan tekanan psikologis. Kekalahan berulang dapat memunculkan rasa kecewa, cemas, marah, malu, atau frustrasi.

Sebaliknya, kemenangan dapat membuat seseorang terdorong untuk kembali bermain karena merasa masih memiliki peluang memperoleh keuntungan. Siklus menang dan kalah inilah yang dapat membuat seseorang semakin sulit menghentikan kebiasaannya.

Karena itu, persoalan judi online tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan mengelola uang, tetapi juga dengan kemampuan mengendalikan perilaku dan mengambil keputusan.

Hubungan Keluarga Bisa Terganggu

Dampak lainnya dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar pemain. Kebiasaan bermain yang menghabiskan uang, waktu, dan perhatian dapat memicu pertengkaran serta menurunkan kepercayaan dalam keluarga.

Seseorang yang sebelumnya aktif berkomunikasi dengan keluarga dapat menjadi lebih tertutup karena berusaha menyembunyikan aktivitas maupun kerugiannya.

Jika tidak segera ditangani, persoalan tersebut dapat memperlebar jarak antara individu dengan keluarga dan lingkungan sosialnya.

Pelajar dan Generasi Muda Perlu Mendapat Perhatian

Paparan judi online juga menjadi perhatian bagi generasi muda. Penggunaan gawai dan media sosial yang tinggi membuat informasi mengenai perjudian dapat muncul dengan mudah di ruang digital.

Baca Juga :  DPR RI Pastikan Dapur MBG Garut Terapkan Prosedur Ketat Pasca Insiden Pangan

Bagi pelajar, kebiasaan bermain dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi waktu belajar, serta membuat perhatian lebih banyak tertuju pada permainan dibandingkan pendidikan dan pengembangan diri.

Karena itu, keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan edukasi mengenai risiko judi online sekaligus membangun lingkungan digital yang lebih sehat.

Bukan Jalan Pintas Menuju Keuntungan

Judi online pada dasarnya bukan cara yang aman untuk memperoleh penghasilan. Ketika seseorang terus bermain untuk mengejar keuntungan atau menutup kerugian sebelumnya, risiko masalah justru dapat semakin besar.

Masyarakat perlu memahami bahwa kerugian akibat judi online tidak hanya dihitung dari jumlah uang yang hilang. Waktu, kepercayaan keluarga, kesempatan belajar, produktivitas, dan ketenangan hidup juga dapat ikut terdampak.

Jika seseorang merasa sudah sulit mengendalikan kebiasaan berjudi, langkah yang lebih aman adalah berhenti mencari kemenangan berikutnya dan meminta dukungan dari orang yang dipercaya maupun tenaga profesional.

Pada akhirnya, keuntungan sesaat tidak sebanding dengan risiko kehilangan hal-hal penting dalam kehidupan. Menjauhi judi online merupakan salah satu langkah untuk menjaga kondisi keuangan, hubungan keluarga, masa depan, dan kualitas hidup. (**).

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Benda Diduga Hulu Ledak Mortir Ditemukan di Pinggir Sungai Cimanuk, Polisi Lakukan Pengamanan
Enam Titik Lahan Terbakar di Rancabango, Tim Gabungan Fokus Cegah Api Mendekati Permukiman
Tekan Gangguan Kamtibmas, Polsek Bungbulang Sita 19 Knalpot Brong
Ketua DPRD Aris Munandar Dampingi Bupati Garut Resmikan Kantor Baru KPU, Dorong Penguatan Demokrasi
Rumah Panggung Warga Banjarwangi Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan dalam 15 Menit
Transaksi COD Berujung Penangkapan, Polisi Sita Puluhan Botol Miras di Tarogong Kidul
Perempuan Lansia Ditemukan Meninggal di Lahan Jagung Leles, Polisi Lakukan Pemeriksaan
13.849 KTP-el Lama Dimusnahkan Disdukcapil Garut, Cegah Penyalahgunaan Identitas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:56 WIB

Bermain Judol, Kesenangan Sesaat yang Bisa Berujung Masalah Serius

Minggu, 6 September 2026 - 10:50 WIB

Benda Diduga Hulu Ledak Mortir Ditemukan di Pinggir Sungai Cimanuk, Polisi Lakukan Pengamanan

Sabtu, 5 September 2026 - 20:05 WIB

Enam Titik Lahan Terbakar di Rancabango, Tim Gabungan Fokus Cegah Api Mendekati Permukiman

Kamis, 3 September 2026 - 13:37 WIB

Tekan Gangguan Kamtibmas, Polsek Bungbulang Sita 19 Knalpot Brong

Kamis, 3 September 2026 - 13:05 WIB

Ketua DPRD Aris Munandar Dampingi Bupati Garut Resmikan Kantor Baru KPU, Dorong Penguatan Demokrasi

Berita Terbaru