Topografi Curam Garut Tingkatkan Risiko Bencana: Upaya Mitigasi Harus Dipercepat

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Topografi curam dan kerusakan lingkungan di Garut meningkatkan risiko longsor serta banjir bandang, sehingga mitigasi harus menjadi agenda prioritas pemerintah dan masyarakat. Jumat (5/12/2025). 

Topografi Curam Garut Tingkatkan Risiko Bencana: Upaya Mitigasi Harus Dipercepat

GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul — Pemerhati Lingkungan, Menyoroti Kondisi geografis Kabupaten Garut yang dikelilingi deretan pegunungan seperti Cikuray, Papandayan, hingga Galunggung menjadikan wilayah ini memiliki bentang alam yang dipenuhi lereng curam.

Ira Maryana Menuturkan Kepada redaksi @Garutberkabar, dimana kondisi saat ini curah hujan tinggi disetiap penghujung akhir tahun dan fenomena ini berlangsung hampir sepanjang tahun membuat Garut berada dalam posisi rawan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama longsor dan banjir bandang. Jumat (5/12/2025).

Lereng Curam, Vegetasi Rusak, Ancaman Meningkat

Ira, juga menyampaikan sebagai pemerhati lingkungan, Banyak kawasan permukiman—terutama di wilayah tengah dan selatan Garut—berdiri di atas lereng terjal. Dengan vegetasi yang terus menurun akibat alih fungsi lahan, risiko bencana meningkat tajam. Analisis tingkat bahaya berdasarkan kemiringan lereng menunjukkan:

Baca Juga :  Sinergi Kuat TNI-Polri, Polres Garut Ikuti Olahraga Bersama di Makorem 062/Tn

– < 8% (Dataran): bahaya rendah
– 8–25% (Perbukitan): bahaya sedang–tinggi
– > 25% (Lereng Curam): bahaya ekstrem akibat vegetasi rusak dan kepadatan penduduk yang terus bertambah

“Kondisi ini ibarat bom waktu, yang bisa memicu longsor besar ketika hujan deras tiba”, Ungkapnya.

Mengapa Air Mengalir Begitu Cepat di Garut?

Runoff di lereng Garut meningkat seiring tajamnya kemiringan. Dengan menggunakan rumus kecepatan aliran:

V = √(g × S)
(g = 9,81 m/s² | S = sin sudut lereng)

Contoh:
Lereng 25% (≈14°) → S = 0,241
Kecepatan aliran: V ≈ 1,53 m/s

Kecepatan ini cukup untuk membawa lumpur, batu, bahkan material besar yang berpotensi mengancam keselamatan warga.

Faktor Utama Pemicu Bencana di Garut

– Topografi pegunungan dan lereng tak beraturan
– Vegetasi rusak, terutama di hulu
– Curah hujan ekstrem
– Permukiman padat di zona merah
– Sistem drainase buruk
– Dampak perubahan iklim yang memperkuat intensitas hujan

Baca Juga :  Penguatan Akuntabilitas Keuangan Negara Menuju Indonesia Emas 2045

Kombinasi faktor tersebut memperbesar ancaman setiap musim hujan.

Mitigasi Harus Menjadi Prioritas Utama

Agar Garut tidak terus-menerus menjadi lokasi bencana, berbagai langkah strategis harus segera dilaksanakan:

1. Pemulihan vegetasi dan perlindungan kawasan kritis.
2. Relokasi permukiman di zona bahaya ekstrem.
3. Pengetatan izin alih fungsi lahan.
4. Pembangunan infrastruktur hijau (sumur resapan, sabuk hijau).
5. Pemasangan sistem peringatan dini di daerah rawan.
6. Edukasi kebencanaan secara rutin kepada masyarakat.

Seruan untuk Garut

Topografi Garut memang menantang, tetapi bencananya bukan takdir. Kerusakan lingkungan dan lemahnya pengendalian ruang memperburuk keadaan.

“Mitigasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan untuk menyelamatkan nyawa warga Garut.”(red)

Penulis : Rizkq

Editor : Admin

Sumber Berita : Ira Maryana (Forum Pemerhati Lingkungan Garut)

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berangkat Sekolah, Bocah 12 Tahun Jadi Korban Curas di Leuwigoong, Polisi Buru Pelaku Lainnya
Wabup Putri Karlina Ajak ASN dan Warga Garut Ubah Pola Pengelolaan Sampah dari Sumbernya
Perempuan 37 Tahun Tewas Tertemper KA Turangga di Kadungora, Polisi Lakukan Evakuasi
Kebakaran Dini Hari Landa Permukiman Dayeuhhandap Garut, Empat Rumah Terdampak
Asap Kebakaran TPA Pasir Bajing Masih Ditangani, Polres Garut Kerahkan Tim Gabungan
Audisi Mojang Jajaka Garut 2026 Diikuti 176 Peserta, Penjaringan Duta Budaya dan Pariwisata Dimulai
Api Mengamuk di Pasar Andir Garut, 26 Kios Terdampak
Operasi Pekat di Cilawu, Polisi Sita 9 Botol Minuman Beralkohol
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Berangkat Sekolah, Bocah 12 Tahun Jadi Korban Curas di Leuwigoong, Polisi Buru Pelaku Lainnya

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Wabup Putri Karlina Ajak ASN dan Warga Garut Ubah Pola Pengelolaan Sampah dari Sumbernya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Perempuan 37 Tahun Tewas Tertemper KA Turangga di Kadungora, Polisi Lakukan Evakuasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Kebakaran Dini Hari Landa Permukiman Dayeuhhandap Garut, Empat Rumah Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Asap Kebakaran TPA Pasir Bajing Masih Ditangani, Polres Garut Kerahkan Tim Gabungan

Berita Terbaru