Selain menjabat sebagai Sekretaris DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Garut, Bung Risman juga merupakan pendiri dan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Lingkar Samudra Indonesia (LBH-LSI). Yayasan ini aktif memberikan bantuan hukum pro bono kepada masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pendampingan hukum. Beberapa pendampingan yang pernah dilakukan LBH-LSI meliputi korban bencana banjir bandang Cimanuk Garut dan Pameungpeuk Garut pada tahun 2022, serta berbagai kasus yang menjadi isu nasional.
Bung Risman juga menjadi Managing Partner di Law Office RISMAN NURYADI & PARTNERS yang berkantor di Rancabango, Garut. Kantor ini sering menangani kasus-kasus besar di Garut dan Jawa Barat, termasuk mendampingi beberapa perusahaan asal Korea yang beroperasi di Garut.
Beberapa kasus besar yang pernah ditangani Bung Risman antara lain sengketa lahan di Pantai Sayangheulang Pameungpeuk Garut, tindak pidana perdagangan orang anak buah kapal (ABK) ke laut Cina dan Afrika Selatan, serta beberapa kasus lainnya yang sempat viral di Garut. Semua perkara ini diselesaikan dengan keahlian hukum yang mumpuni dan kemampuan pembelaan yang piawai.
Belakangan ini, profesi pengacara semakin diminati, terutama oleh para akademisi dan lulusan SMA yang memilih jurusan hukum. Meski begitu, jalan menuju profesi ini tidak mudah. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum, mereka harus mengikuti PKPA dan Ujian Profesi sebelum akhirnya dilantik dan diangkat sumpah oleh Pengadilan Tinggi.
Selain dikenal sebagai pengacara yang kerap digemari perempuan, Bung Risman juga aktif sebagai penulis di salah satu media, di mana ia sering membahas pembaruan hukum yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (Vik)