Garut Perkuat Budaya Siaga Bencana Lewat Sekolah Lapang BMKG

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) & Tsunami di Aula Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (1/10/2025).

GARUT BERKABAR, Tarogong Kaler – Kabupaten Garut menjadi tuan rumah pelaksanaan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) dan Tsunami yang digelar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Rabu (1/10/2025), dibuka langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya SLG sebagai sarana edukasi dan mitigasi bencana. Menurutnya, minimnya pengetahuan atau sikap abai masyarakat terhadap potensi gempa dan tsunami dapat memperbesar risiko kerugian.
“Garut termasuk daerah dengan potensi gempa tektonik dan vulkanologi yang cukup tinggi. Karena itu, masyarakat harus diajak untuk peduli dan sigap,” ungkapnya.

Baca Juga :  RKPD 2026 Garut Disusun Berbasis Data dan Kebutuhan Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Garut, tambahnya, tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) untuk kondisi darurat pada setiap kegiatan. Hal ini ditujukan agar kewaspadaan bisa menjadi budaya sehari-hari.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menyebut kegiatan di Garut ini sekaligus menandai 10 tahun perjalanan program SLG di Jawa Barat. Dengan tema berbahasa Sunda, program ini menegaskan komitmen membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami.

SLG kali ini diikuti 55 peserta dari beragam unsur, mulai dari aparat desa, guru, hingga tokoh masyarakat. Mereka mendapat materi dan simulasi tanggap darurat.

Apresiasi juga datang dari anggota Komisi V DPR RI, Ade Ginanjar. Ia menilai program ini sangat relevan mengingat Garut memiliki sejarah kelam bencana, mulai dari tsunami Pangandaran 2006 yang turut berdampak ke pesisir selatan Garut hingga gempa Kertasari 2024 yang guncangannya terasa kuat di Garut.
“Peristiwa-peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak boleh ditunda,” tegas Ade.

Baca Juga :  Bupati Garut Dorong Optimalisasi Peran Dinsos sebagai Garda Terdepan Pelayanan Sosial

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengungkapkan bahwa sistem peringatan dini kini semakin berkembang. Bahkan, saat gempa terbaru terjadi, BMKG mampu mendeteksi enam detik sebelum getarannya terasa di Garut. Ia juga menyoroti pentingnya edukasi bagi anak-anak sekolah sebagai kelompok rentan bencana.

“Kalau mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi di ruang kelas, itu sangat berbahaya. Karena itu, simulasi seperti di SMPN 2 Tarogong Kaler menjadi langkah penting,” ujarnya.

Dengan adanya SLG, Garut diharapkan semakin siap menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami, sekaligus membangun budaya sadar bencana sejak dini.(red)

Penulis : Rizky

Editor : Admin

Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Kaki 60 Kilometer Satukan Garut dan Sumedang, Jadi Simbol Persaudaraan dan Semangat Hidup Sehat
LIBAS dan DLH Garut Ajak Masyarakat Peduli Iklim Lewat Aksi Tanam Pohon di Kadungora
Garut dan Kepri Perkuat Sinergi, Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan dan Pariwisata
Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Garut Perketat Seleksi Kebugaran Atlet
Sekolah Ramah Lingkungan di Garut Mulai Dibangun dengan Bata dari Sampah Plastik Daur Ulang
KA Cikuray Hadir dengan Gerbong Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Distribusi Produk Lokal Garut
Ratusan Bibit Pohon Ditanam di Cikajang, Warga dan Relawan Perkuat Ketahanan Lingkungan
SAGARUT Disiapkan Jadi Pusat Layanan Digital Terpadu bagi Warga Garut
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:54 WIB

Jalan Kaki 60 Kilometer Satukan Garut dan Sumedang, Jadi Simbol Persaudaraan dan Semangat Hidup Sehat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:36 WIB

LIBAS dan DLH Garut Ajak Masyarakat Peduli Iklim Lewat Aksi Tanam Pohon di Kadungora

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:18 WIB

Garut dan Kepri Perkuat Sinergi, Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan dan Pariwisata

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:49 WIB

Sekolah Ramah Lingkungan di Garut Mulai Dibangun dengan Bata dari Sampah Plastik Daur Ulang

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:13 WIB

KA Cikuray Hadir dengan Gerbong Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Distribusi Produk Lokal Garut

Berita Terbaru