Diduga Penegakan Hukum Lemah : Krisis Air Bersih Akibat Kerusakan Hutan Semakin Parah

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Oleh: Ketua Perkumpulan LIBAS Garut, Tedi Sutardi)

Di berbagai daerah, lemahnya penegakan hukum terhadap perusakan hutan telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan tambang sering dilakukan tanpa memperhatikan regulasi lingkungan, mengakibatkan krisis air bersih bagi warga sekitar.

Hutan berfungsi sebagai penyangga alami yang menjaga ketersediaan air tanah dan mencegah erosi. Ketika hutan-hutan ini rusak, siklus hidrologi terganggu. Curah hujan yang seharusnya diserap oleh hutan kini mengalir langsung ke sungai dan laut, menyebabkan banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.

Di berbagai desa, sumber air yang dahulu melimpah kini mulai mengering. Sumur-sumur warga mengalami penurunan debit air drastis, sementara sungai-sungai yang menjadi sumber utama air bersih semakin tercemar oleh limbah industri. Situasi ini memaksa masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu dan biaya untuk mendapatkan air bersih, mengganggu aktivitas sehari-hari dan ekonomi lokal.

Para ahli lingkungan menegaskan pentingnya penegakan hukum yang lebih ketat dan pengelolaan hutan berkelanjutan. Mereka menekankan bahwa hanya dengan melindungi hutan, ketersediaan air bersih untuk generasi mendatang dapat terjamin. Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah dan penegak hukum segera bertindak untuk mengatasi masalah ini sebelum krisis semakin parah.

Selain itu, kerusakan hutan juga dipicu oleh pembiaran terhadap galian gunung yang dilegalkan, diduga ada kerjasama antara pemerintah, aparat, dan pengusaha tambang pasir. Di objek pariwisata Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, banyak usaha pengeboran air tanpa izin, menambah kompleksitas permasalahan. Warga kini bingung harus mengadu kepada siapa terkait krisis ini.
Baca Juga :  Batik Tulis Garut SHD : Tradisi Keluarga yang Menembus Pasar Dunia di Hari Batik Nasional
Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Putri Karlina Ajak ASN dan Warga Garut Ubah Pola Pengelolaan Sampah dari Sumbernya
Perempuan 37 Tahun Tewas Tertemper KA Turangga di Kadungora, Polisi Lakukan Evakuasi
Kebakaran Dini Hari Landa Permukiman Dayeuhhandap Garut, Empat Rumah Terdampak
Asap Kebakaran TPA Pasir Bajing Masih Ditangani, Polres Garut Kerahkan Tim Gabungan
Audisi Mojang Jajaka Garut 2026 Diikuti 176 Peserta, Penjaringan Duta Budaya dan Pariwisata Dimulai
Api Mengamuk di Pasar Andir Garut, 26 Kios Terdampak
Operasi Pekat di Cilawu, Polisi Sita 9 Botol Minuman Beralkohol
Alarm Berbunyi Dini Hari, Aksi Curanmor di Cibatu Berujung Penangkapan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Wabup Putri Karlina Ajak ASN dan Warga Garut Ubah Pola Pengelolaan Sampah dari Sumbernya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Perempuan 37 Tahun Tewas Tertemper KA Turangga di Kadungora, Polisi Lakukan Evakuasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Kebakaran Dini Hari Landa Permukiman Dayeuhhandap Garut, Empat Rumah Terdampak

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Asap Kebakaran TPA Pasir Bajing Masih Ditangani, Polres Garut Kerahkan Tim Gabungan

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Audisi Mojang Jajaka Garut 2026 Diikuti 176 Peserta, Penjaringan Duta Budaya dan Pariwisata Dimulai

Berita Terbaru