Dampak Sampah di Desa Rancabango, Garut: Warga Desak Tindakan Cepat

- Jurnalis

Jumat, 19 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tumpukan sampah buat pejalan kaki merasa tidak nyaman, dan bisa mengakibatkan sumber penyakit. Tumoukan yang berda di bahu jalan, Desa Rancabango, Jum'at, (19/01/2024).

Tumpukan sampah buat pejalan kaki merasa tidak nyaman, dan bisa mengakibatkan sumber penyakit. Tumoukan yang berda di bahu jalan, Desa Rancabango, Jum'at, (19/01/2024).

 

Tumpukan sampah buat pejalan kaki merasa tidak nyaman, dan bisa mengakibatkan sumber penyakit. Tumoukan yang berda di bahu jalan, Desa Rancabango, Jum’at, (19/01/2024).

 

GARUT BERKABAR, Tarogong Kaler – Sejumlah penduduk di Desa Rancabango, mengekspresikan keprihatinan terhadap tumpukan sampah yang terus bertambah di bahu Jalan Rancabango menuju Kafe Balong. Situasi ini dinilai sudah berlangsung cukup lama dan menimbulkan dampak negatif terutama pada kesehatan warga sekitar, sebagaimana diinformasikan pada tanggal 17 Januari 2024. Dua hari yang lalu. Jum’at, (19/01/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pengakuan seorang warga yang memilih anonimitas (disingkat A), tumpukan sampah tersebut telah mengotori bahu jalan untuk periode waktu yang cukup panjang. Kondisi ini tidak hanya menciptakan bau yang tidak sedap tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat Desa Rancabango.

Baca Juga :  Forum Konsultasi Publik Garut Bahas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2025-2045

“Inisial A melaporkan bahwa keberadaan tumpukan sampah ini disebabkan oleh beberapa pengguna jalan dan warga desa yang tidak bertanggung jawab dalam membuang sampah,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya upaya dari Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membersihkan dan mengelola sampah yang menumpuk di lokasi tersebut. Warga menyoroti perlunya keterlibatan pihak berwenang, terutama Dinas Lingkungan Hidup, untuk segera mengambil tindakan dalam penanganan permasalahan ini.

Baca Juga :  Manggala Garuda Putih Siap Bersinergi dengan Pemimpin Baru Garut

“Inisial A menekankan bahwa sampah ini menjadi perhatian serius, dan mereka berharap agar Petugas DLH segera mengambil langkah-langkah untuk membersihkan serta mencegah dampak negatif yang lebih lanjut terhadap kesehatan warga,” tambahnya.

Warga setempat berharap agar keluhan mereka mendapatkan perhatian dan solusi cepat dari pihak berwenang, sehingga kebersihan lingkungan dapat segera dipulihkan dan menjadi tempat yang aman bagi kesehatan masyarakat.(GK).

Berita Terkait

Tinggi Air Bendung Copong Naik, Warga Diminta Tetap Waspada
Tragedi di Pantai Sayang Heulang: Bocah 11 Tahun Asal Bandung Tewas Terseret Arus
Libur Lebaran, Pantai Selatan Garut Dipadati Wisatawan dari Berbagai Daerah
Fluktuasi Tinggi Muka Air Bendung Copong, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
H+1 Idul Fitri 1446 H: Arus Lalu Lintas Padat di Simpang Bayongbong, Garut
Bupati Garut Pastikan Kelancaran Arus Mudik 1446 H dengan Tinjauan Lapangan
Idul Fitri 1446 H Dirayakan Serentak di Indonesia pada 31 Maret 2025
Debit Sungai Cimanuk Terkendali, Bendung Copong dalam Kondisi Aman
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 21:30 WIB

Tinggi Air Bendung Copong Naik, Warga Diminta Tetap Waspada

Jumat, 4 April 2025 - 07:35 WIB

Tragedi di Pantai Sayang Heulang: Bocah 11 Tahun Asal Bandung Tewas Terseret Arus

Jumat, 4 April 2025 - 07:00 WIB

Libur Lebaran, Pantai Selatan Garut Dipadati Wisatawan dari Berbagai Daerah

Selasa, 1 April 2025 - 13:29 WIB

H+1 Idul Fitri 1446 H: Arus Lalu Lintas Padat di Simpang Bayongbong, Garut

Minggu, 30 Maret 2025 - 18:37 WIB

Bupati Garut Pastikan Kelancaran Arus Mudik 1446 H dengan Tinjauan Lapangan

Berita Terbaru