Bupati Garut: Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak Jangan Setengah Hati!

- Jurnalis

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut mengikuti Zoom Meeting penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang digelar di Kantor DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Jum’at (4/7/2025).

GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Keprihatinan mendalam disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur, dalam Zoom Meeting bertajuk “Penyikapan Komprehensif Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak” yang digelar di Kantor Dinas DPPKBPPPA Garut, Jum’at (4/7/2025).

Dalam forum ini, Bupati Syakur menyuarakan keresahannya atas meningkatnya kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak di Kabupaten Garut. Ia menyebut pelecehan, pemerkosaan, hingga sodomi sebagai kejadian tragis yang tidak boleh disepelekan.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Bersama Masyarakat Bangun Tanggul Sementara dan Normalisasi Saluran Irigasi

“Ini bukan hanya soal data—ini soal kehidupan yang rusak karena kekuasaan disalahgunakan. Kekerasan ini bisa jadi hanya fenomena gunung es,” ungkapnya tegas.

Syakur menekankan pentingnya langkah konkret dan serius, tidak hanya sebatas penanganan saat kejadian, tetapi juga pendekatan preventif yang harus dibangun lintas SKPD. Ia pun menyoroti pentingnya pendidikan, trauma healing, hingga pendampingan bagi korban.

Pertemuan virtual ini turut menghadirkan Ketua Komnas Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Andy Yentriyani, yang menilai Pemkab Garut sebagai salah satu daerah yang cukup progresif dalam isu perlindungan perempuan.

Baca Juga :  Tanam 150 Pohon di Gunung Guntur, Bupati Garut Tekankan Aksi Nyata Jaga Lingkungan

“Kami akan dorong pemulihan menyeluruh. Banyak pelaku hari ini, dulunya adalah korban yang tak pernah disembuhkan,” ujar Syakur.

Ia menambahkan, akar kekerasan seringkali bersumber dari ketimpangan relasi kuasa – antara guru dan murid, atasan dan bawahan, atau bahkan orang tua terhadap anak. Oleh karena itu, Pemkab Garut akan memperkuat pemberdayaan perempuan melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan sebagai upaya pemutus rantai kekerasan.

“Anak-anak dan perempuan kita harus dilindungi. Jangan sampai trauma mereka jadi warisan berulang,” tandasnya menutup rapat.(red).

Penulis : Rizky

Editor : Admin

Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Safari Ramadan Cikajang, Bupati Syakur Ajak Warga Maksimalkan Ibadah di Pertengahan Ramadan
Pemkab Garut Jajaki Kerja Sama Global dengan IPB dan AIC untuk Kembangkan Industri Kulit
Ramffest 2026 Resmi Digelar, Pemkab Garut Hidupkan Garut Plaza Lewat Ekonomi Kreatif
Perkuat Literasi dan Inklusi, TPAKD Garut Fokus Perluas Layanan Keuangan Tahun 2026
Hijaukan Neglasari di HPSN 2026, Camat Bayongbong Ajak Warga Peduli Sampah dan Lingkungan
Kaji Dua Alternatif Jalur, Bupati Garut Dorong Penguatan Akses Wilayah Selatan
Semarak Cap Go Meh 2026 di Garut, Bupati Syakur Tekankan Pentingnya Harmoni dalam Kebhinekaan
Layanan Adminduk Didekatkan, Cetak e-KTP Kini Bisa di Kecamatan Wanaraja
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:57 WIB

Safari Ramadan Cikajang, Bupati Syakur Ajak Warga Maksimalkan Ibadah di Pertengahan Ramadan

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:09 WIB

Pemkab Garut Jajaki Kerja Sama Global dengan IPB dan AIC untuk Kembangkan Industri Kulit

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:53 WIB

Ramffest 2026 Resmi Digelar, Pemkab Garut Hidupkan Garut Plaza Lewat Ekonomi Kreatif

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:38 WIB

Perkuat Literasi dan Inklusi, TPAKD Garut Fokus Perluas Layanan Keuangan Tahun 2026

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:04 WIB

Hijaukan Neglasari di HPSN 2026, Camat Bayongbong Ajak Warga Peduli Sampah dan Lingkungan

Berita Terbaru