Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan Nota Pengantar Rancangan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Jumat (17/7/2026).
GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Pemerintah Kabupaten Garut resmi memulai pembahasan arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Hal tersebut ditandai dengan penyampaian Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Jumat (17/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa dokumen KUA-PPAS disusun sebagai pedoman awal penyusunan APBD 2027 sekaligus menjadi dasar pembahasan bersama DPRD agar proses penganggaran dapat berjalan sesuai ketentuan dan target waktu yang telah ditetapkan.
Menurutnya, meskipun perubahan RKPD Tahun 2027 belum ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Garut tetap mengajukan rancangan KUA dan PPAS sesuai jadwal agar pembahasan dapat segera dilakukan dan menghasilkan kesepakatan pada bulan Agustus.
Tema pembangunan daerah tahun depan mengedepankan pemerataan akses terhadap layanan dasar masyarakat disertai peningkatan produktivitas daerah. Untuk mewujudkannya, pemerintah akan memperkuat berbagai sektor unggulan, mulai dari pertanian, peternakan, pariwisata hingga ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus penciptaan lapangan kerja.
Rancangan kebijakan fiskal daerah juga telah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Nasional Tahun 2027 sehingga pembangunan daerah tetap berjalan searah dengan prioritas nasional.
Dalam proyeksi anggaran, pendapatan daerah ditargetkan mencapai sekitar Rp4,76 triliun, sedangkan belanja daerah diperkirakan sebesar Rp4,86 triliun. Belanja tersebut akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan wajib pemerintah, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pelaksanaan berbagai program prioritas daerah.
Sementara itu, defisit anggaran sekitar Rp100 miliar direncanakan ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebagai sumber pembiayaan daerah.
Bupati berharap pembahasan bersama DPRD dapat menghasilkan APBD 2027 yang lebih efektif, efisien, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta percepatan pembangunan di Kabupaten Garut.(**)







