Kementerian Pertanian bersama IFAD melaksanakan Project Completion Review (PCR) Program UPLAND Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Garut. Evaluasi ini menempatkan Garut sebagai salah satu daerah percontohan keberhasilan pengembangan komoditas kentang dan pembangunan pertanian dataran tinggi yang berkelanjutan
GARUT BERKABAR, Garut Kota – Kabupaten Garut kembali mendapat pengakuan atas kemajuan sektor pertaniannya. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) menjadikan Garut sebagai salah satu lokasi utama evaluasi akhir Program UPLAND melalui kegiatan Project Completion Review (PCR) Mission Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang Pamengkang, Garut Kota, Jumat (17/7/2026).
Evaluasi tersebut dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama perwakilan Kementerian Keuangan, Bappenas, Kementerian Pertanian, serta jajaran IFAD Indonesia. Kegiatan ini bertujuan menilai capaian program sekaligus memastikan keberlanjutan pengembangan pertanian dataran tinggi setelah pelaksanaan proyek berakhir.
Program UPLAND sendiri merupakan inisiatif pengembangan kawasan pertanian dataran tinggi yang berfokus pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan alat dan mesin pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga perluasan akses pemasaran, termasuk pasar ekspor.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut menyampaikan bahwa komoditas kentang memiliki posisi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia mengungkapkan, produksi kentang dari Kabupaten Garut selama ini memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kebutuhan di Jawa Barat.
Menurutnya, keberhasilan Program UPLAND menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra internasional mampu memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Country Director IFAD Indonesia, Hani Elsadani, menyebut perkembangan Program UPLAND di Garut menunjukkan hasil yang sangat positif. Capaian tersebut bahkan mengantarkan Kabupaten Garut memperoleh perpanjangan hibah daerah pada fase kedua untuk periode 2025–2026.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan produktivitas dan diharapkan dapat terus dikembangkan oleh pemerintah daerah sebagai model pembangunan pertanian berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Manager Project Management Unit (PMU) UPLAND, Muhammad Ikhwan. Ia mengatakan Garut dipilih sebagai lokasi evaluasi karena dinilai berhasil memenuhi berbagai indikator keberhasilan program. Selain itu, Garut juga menjadi salah satu daerah yang menerima paket program UPLAND secara lengkap dibandingkan daerah lainnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menuturkan bahwa Program UPLAND telah membawa perubahan signifikan terhadap pola usaha tani kentang. Para petani kini lebih banyak berusaha melalui wadah koperasi dibandingkan secara individu.
Selain memperkuat kelembagaan petani, penerapan teknologi pertanian yang semakin baik juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta memperkuat daya saing komoditas kentang Garut di tingkat nasional.(**)







