Batik Garutan SHD : Warisan Budaya yang Terus Dilestarikan dari Generasi ke Generasi

- Jurnalis

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT BERKABAR, Garut Kota – Batik Garut memiliki warisan budaya yang kaya, dan Batik SHD merupakan salah satu contoh nyata bagaimana tradisi ini terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Agus, salah seorang pewaris Batik SHD, meneruskan usaha keluarga yang dirintis sejak tahun 1972 oleh orang tuanya. Ia menceritakan bahwa pada awalnya, batik ini hanya dipasarkan secara terbatas melalui mulut ke mulut, baik kepada keluarga, saudara, maupun rekanan, mengingat keterbatasan akses informasi pada masa itu.

Pada tahun 1982, pangsa pasar Batik SHD mulai berkembang, meskipun masih ada banyak kendala dalam promosi karena keterbatasan media cetak dan sosial. Saat itu, hanya ada segelintir pengusaha batik di Garut, dengan tiga pelaku di sektor batik dan satu di bidang sutra. Namun, seiring waktu, Batik SHD mendapatkan pengakuan berkat kualitasnya yang diakui oleh pejabat daerah hingga pusat. Kamis,(03/02/2024).

Titik balik utama bagi Batik SHD terjadi pada tahun 2000 ketika orang tua Agus menyerahkan sepenuhnya usaha ini kepadanya. Sejak itu, Agus bertekad untuk menjaga kelestarian Batik SHD agar tidak punah. Ia mengakui bahwa perjalanan ini bukan tanpa tantangan, terutama karena ia harus mengelola bisnis ini dengan modal pribadi. Namun, menurutnya, kunci sukses dalam usaha ini adalah kejujuran, kesabaran, ketekunan, dan rasa syukur.

Kini, Batik SHD dikenal luas sebagai simbol budaya Garut yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman. Agus berharap generasi mendatang juga akan melanjutkan tradisi ini, menjaga batik Garut tetap hidup sebagai warisan budaya yang tak ternilai. (Vik)
Baca Juga :  Satpol PP Garut Intensifkan Penertiban APK dan Reklame Ilegal di Titik-Titik Terlarang

Berita Terkait

Tinggi Air Bendung Copong Naik, Warga Diminta Tetap Waspada
Tragedi di Pantai Sayang Heulang: Bocah 11 Tahun Asal Bandung Tewas Terseret Arus
Libur Lebaran, Pantai Selatan Garut Dipadati Wisatawan dari Berbagai Daerah
Fluktuasi Tinggi Muka Air Bendung Copong, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
H+1 Idul Fitri 1446 H: Arus Lalu Lintas Padat di Simpang Bayongbong, Garut
Bupati Garut Pastikan Kelancaran Arus Mudik 1446 H dengan Tinjauan Lapangan
Idul Fitri 1446 H Dirayakan Serentak di Indonesia pada 31 Maret 2025
Debit Sungai Cimanuk Terkendali, Bendung Copong dalam Kondisi Aman
Berita ini 0 kali dibaca