Rapat Koordinasi Nasional IKN: Sinergi Membentuk Kota Dunia Inklusif

- Jurnalis

Kamis, 14 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakornas IKN ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi

Rakornas IKN ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi

GARUT BERKABAR, JAKARTA – Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IKN dengan tema “Sinergi Pemerintah Daerah dan Ibu Kota Nusantara dalam Mewujudkan Kota Dunia untuk Semua” di Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, pada hari Rabu (14/03/2024).

 

 

Penjabat Bupati Garut, Barnas Adjidin, didampingi oleh Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Didit Fajar Putradi, turut menghadiri acara tersebut bersama Kepala Daerah dari seluruh penjuru Indonesia.

 

Para pembicara utama seperti Bambang Susantono (Kepala OIKN), Amran (Bina Atwil Mendagri), Danis Sumadilaga (Kasatgas Pembangunan IKN MenPUPR), Suyus Windayana (Sekjen MenATR/BPN), Tri Dewi Virgianti (Dirjen Pengembangan Regional Beppenas), dan Ridwan Kamil (Kurator Pembangunan IKN) turut memberikan kontribusi penting dalam acara tersebut.

 

Kepala OIKN, Bambang Susantono, menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak dalam membangun IKN sebagai tonggak perubahan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi baru.

 

IKN direncanakan sebagai Pusat Ekonomi Super HUB untuk menyebarluaskan manfaat ekonomi dan mendorong kerjasama lintas wilayah.”Membangun IKN adalah langkah penting dalam transformasi peradaban.

 

Kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak sangat vital. IKN akan menjadi katalisator untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi baru dan menjadi pusat pertumbuhan baru,” ungkapnya.IKN diwujudkan sebagai Pusat Ekonomi Super HUB untuk memperluas manfaat ekonomi, meningkatkan perdagangan antar daerah, dan memfasilitasi kerjasama lintas wilayah, menjadi fokus utama dalam Rakornas ini.

 

Bina Atwil Mendagri, Amran, menjelaskan bahwa IKN akan menjadi Pusat Pemerintahan Pusat yang dipimpin oleh OIKN yang ditunjuk langsung oleh Presiden.

Baca Juga :  Pj Bupati Garut Dorong Dukungan Terhadap Produk Lokal untuk Kesejahteraan Daerah

 

OIKN berpotensi untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah di sekitar maupun di luar wilayah IKN.”IKN akan menjadi Pusat Pemerintahan Pusat, serta menjadi wakil lembaga/organisasi luar negeri. OIKN akan memimpin penyelenggaraan pemerintahan yang ditunjuk, diangkat, dan diberhentikan langsung oleh Presiden selama 5 tahun,” jelasnya.

 

Kasatgas Pembangunan IKN MenPUPR, Danis Sumadilaga, menyampaikan target waktu pembangunan IKN, yaitu upacara bendera pada bulan Juni dan penyelesaian proyek tertentu pada bulan Desember.

 

Saat ini, pembangunan ekosistem pemerintahan, kebangsaan, perumahan, konektivitas regional, air baku, air minum, dan sanitasi terus berlangsung.

 

Sekjen MenATR/BPN, Suyus Windayana, menjelaskan perencanaan matang IKN dengan 9 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di 3 wilayah pengembangan. Sebanyak 84% dari luas IKN merupakan kawasan hijau untuk mendukung konsep kota hijau yang berkelanjutan.

“Perencanaan IKN telah mencapai tahap matang dengan adanya 9 RDTR di 3 wilayah pengembangan. Sebanyak 84% dari luas IKN telah ditetapkan sebagai kawasan hijau untuk mendukung konsep kota hijau yang berkelanjutan, yang telah terintegrasi dalam tata ruang dari skala terbesar hingga terkecil,” ujarnya.

 

Dirjen Pengembangan Regional Beppenas, Tri Dewi Virgianti, berharap bahwa IKN dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru dan menghindarkan Indonesia dari jebakan middle income.

 

“Pada tahun 2045, Indonesia diharapkan dapat keluar dari jebakan middle income, yang perlu didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat. Oleh karena itu, perlu diidentifikasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Baca Juga :  Api Landa Toko Gorengan di Jalan Ahmad Yani Garut, Petugas Kerahkan Lima Unit Damkar

 

Kurator Pembangunan IKN, Ridwan Kamil, menjelaskan konsep IKN sebagai hutan kota dengan bangunan dan pengembangan yang ramah lingkungan.

 

Pemindahan ke IKN bukan hanya tentang perubahan fisik, tetapi juga tentang transformasi pola pikir dan gaya hidup, mulai dari transformasi sistem kerja hingga kendaraan beremisi nol dan minim sampah.”Konsep IKN adalah menciptakan hutan kota, di mana setiap aspek dari tata kota hingga bangunan didesain untuk berkelanjutan, termasuk dalam konsep reboisasi,” katanya.

 

Sesi diskusi menghasilkan beberapa poin penting, seperti :

 

  1. Konsep keberlanjutan telah dijadikan dasar bagi indikator kinerja utama dalam pembangunan dari perspektif lingkungan
  2. Untuk lebih memperjelas rencana Rencana Aksi Daerah (KAD) dengan IKN, disarankan agar Pemerintah Daerah diundang secara langsung untuk menghadiri acara di IKN.
  3. Pentingnya perencanaan yang jelas mengenai representasi wilayah di IKN, termasuk konsep dan cakupan wilayah yang diwakilinya.
  4. Daerah Sulawesi Tengah, yang berbatasan langsung dengan IKN, telah memberikan kontribusi dalam pembangunan IKN dan merencanakan pembangunan Pulau Sulawesi, termasuk Sulawesi Tengah, sebagai Penyangga Pusat Ekonomi Super HUB. Hal serupa perlu dipertimbangkan untuk daerah-daerah di sekitar dan di luar IKN.
  5. Untuk melanjutkan rencana investasi di IKN, OIKN diharapkan menyusun menu/proyek yang dapat dipromosikan kepada daerah-daerah.

Rakornas IKN ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi. (DK).

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Sat Polairud Garut Gencarkan Patroli Pantai Selatan
Aksi Kemanusiaan Ramadan, Garuters 2026 Ajak Warga Garut Peduli Palestina
Bupati Garut Tinjau Jalur Utara, Pastikan Arus Mudik Tetap Aman dan Terkendali
Tim SAR Gabungan Temukan Bocah Hanyut di Sungai Cikandang Pakenjeng
Viral di Medsos, Dua Pengemudi Mobil Dipanggil Satlantas Polres Garut
Perkuat Basis Data dan Evaluasi Program, Komisi IV DPRD Garut Rapat Kerja dengan DP2KBP3A
Polsek Leuwigoong Intensifkan Gatur Pagi, Kawal Aktivitas Pelajar dan Pengguna Jalan
Sinergi Polisi dan Tim Rescue, Pencarian Bocah Diduga Terbawa Arus Sungai Cimanuk Terus Dilakukan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:26 WIB

Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Sat Polairud Garut Gencarkan Patroli Pantai Selatan

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:45 WIB

Aksi Kemanusiaan Ramadan, Garuters 2026 Ajak Warga Garut Peduli Palestina

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:45 WIB

Bupati Garut Tinjau Jalur Utara, Pastikan Arus Mudik Tetap Aman dan Terkendali

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:00 WIB

Tim SAR Gabungan Temukan Bocah Hanyut di Sungai Cikandang Pakenjeng

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:22 WIB

Viral di Medsos, Dua Pengemudi Mobil Dipanggil Satlantas Polres Garut

Berita Terbaru