GARUT BERKABAR, Garut Kota – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sebagai langkah antisipasi guna menjaga situasi tetap kondusif. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (28/4/2026).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa May Day merupakan momentum strategis bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi terkait hak dan kesejahteraan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta hadir sebagai fasilitator dengan menyediakan ruang dialog yang konstruktif agar penyampaian aspirasi berjalan tertib dan produktif.
Ia juga menginstruksikan seluruh unsur terkait untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam pengamanan, serta melakukan langkah preemtif guna mencegah potensi gangguan. Menurutnya, penting untuk membangun suasana yang aman, nyaman, dan humanis melalui dukungan narasi publik yang positif.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Garnia Karyana, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan sekitar 30 serikat pekerja di Kabupaten Garut sebagai bagian dari persiapan May Day.
Ia menambahkan, tema yang diusung tahun ini adalah “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Buruh dan Kesejahteraan Bersama” sesuai arahan Kementerian Ketenagakerjaan. Untuk mendukung hal tersebut, Disnakertrans akan menggelar kegiatan public hearing sebagai wadah penyerapan aspirasi buruh secara langsung.
Lebih lanjut, Disnakertrans telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi penyampaian aspirasi, di antaranya Alun-Alun Garut, Lapangan Setda, dan kawasan Simpang Lima. Seluruh kegiatan diharapkan tetap berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam Rakor tersebut juga diungkapkan sejumlah isu utama yang menjadi perhatian buruh pada May Day 2026, meliputi tuntutan upah layak, penolakan sistem kerja kontrak dan outsourcing, penghentian PHK massal, hingga perlindungan terhadap hak normatif pekerja, termasuk di perusahaan tertentu.
Sebagai tindak lanjut, Disnakertrans dijadwalkan menggelar koordinasi dengan sejumlah perusahaan besar di Kabupaten Garut. Langkah ini bertujuan untuk memastikan adanya solusi konkret terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan sekaligus memperkuat hubungan industrial yang harmonis.(**).
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut







