Penjabat Bupati Garut Ajak Masyarakat Menyelami Urgensi Perlindungan Perempuan dan Anak

- Jurnalis

Kamis, 1 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan di Lingkup Kabupaten Garut dan Sosialisasi Pengembangan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tahun 2024 yang berlangsung di Aula Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (1/2/2024).

Pelaksanaan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan di Lingkup Kabupaten Garut dan Sosialisasi Pengembangan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Tahun 2024 yang berlangsung di Aula Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (1/2/2024).

GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, menggugah kesadaran masyarakat melalui Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Pengembangan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Acara tersebut, yang berlangsung di Aula Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut pada Kamis (1/2/2024), menjadi panggung bagi Pj. Bupati Garut untuk menekankan pentingnya peran bersama dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan.

 

 

Barnas menyampaikan kesadaran bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak merajalela di Indonesia, termasuk di Garut. Sosialisasi ini dianggap sebagai langkah esensial untuk mengedukasi masyarakat tentang urgensi perlindungan terhadap perempuan dan anak.

 

“Meskipun mereka diatur oleh aturan, mereka tetap harus dilindungi dan diajak berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya di Garut,” ungkap Pj. Bupati Garut.

 

 

Ia menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan Polres Garut dalam pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Masyarakat diharapkan dapat melaporkan insiden tersebut melalui nomor telepon yang akan disediakan dengan jaminan kerahasiaan pelapor.

Baca Juga :  Pemerintah Garut Optimis Turunkan Stunting di Tengah Kenaikan Angka Tahun 2023

“Masyarakat perlu memahami hal-hal yang perlu disampaikan, sehingga pelapor dapat merasa aman,” tegasnya.

 

Barnas juga menyoroti pentingnya pendidikan mengenai perlindungan perempuan dan anak, yang harus dimulai dari lingkungan keluarga, institusi sekolah, hingga lingkungan kerja.

“Nantinya, di sekolah, anak-anak akan diajarkan untuk melaporkan jika mereka mengalami kekerasan dari orang tua,” tambahnya.

 

Dalam fokusnya terhadap perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Garut, Barnas berkomitmen untuk memastikan kesehatan anak-anak dan pemberdayaan perempuan dari berbagai aspek.

 

 

Kepala DPPKBPPPA Garut, Yayan Waryana, melaporkan kehadiran Forum Anak Daerah (FAD) Garut, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), kader institusi masyarakat pedesaan di Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), kader TP PKK, serta beberapa tamu undangan lainnya dalam acara tersebut.

Baca Juga :  Dampak Tragis Hujan Lebat: Longsor Timpa Rumah Warga di Limbangan

 

Prof. Dr. Ikeu Kania dari Universitas Garut, sebagai salah satu narasumber, mengajak semua pihak untuk bersama-sama menurunkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Menurutnya, perempuan dan anak termasuk kelompok rentan yang sering menjadi korban diskriminasi.

 

“Semua unsur harus turun tangan dalam mengatasi permasalahan ini. Ini bukan masalah yang bisa ditangani secara parsial, tapi harus bersama-sama,” ujarnya.Iryani,

 

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DPPKBPPA Kabupaten Garut, memberikan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Garut. Pada tahun 2022, terdapat 18 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 39 kasus kekerasan terhadap anak.

 

Angka tersebut meningkat signifikan pada tahun 2023, dengan 36 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 130 kasus kekerasan terhadap anak.Acara ini tidak hanya menjadi forum untuk penyuluhan, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran bersama tentang perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Garut.(DK).

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Upacara HUT RI ke-81, Bupati Garut Paparkan Kemajuan Ekonomi dan Tantangan Pembangunan
Remisi HUT ke-81 RI, 503 Narapidana Lapas Garut Dapat Pengurangan Masa Pidana
Pemkab Garut Pastikan Jalan Banjarwangi Segera Ditangani, Anggaran IJD Capai Rp42 Miliar
Paskibraka Garut 2026 Resmi Dikukuhkan, Bupati Tekankan Nilai Kehormatan dan Loyalitas
Muslimat NU Garut Diminta Jadi Penggerak Pembangunan dan Pemberdayaan Perempuan
Jelang HUT RI ke-81, Pemkab Garut Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan dan Kemajuan Bangsa
Mila Meliana Hadiri Apel Kebangsaan, Dorong Sinergi Jaga Garut Tetap Aman dan Kondusif
Apel Kebangsaan di Garut Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat Jaga Kondusivitas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Upacara HUT RI ke-81, Bupati Garut Paparkan Kemajuan Ekonomi dan Tantangan Pembangunan

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Remisi HUT ke-81 RI, 503 Narapidana Lapas Garut Dapat Pengurangan Masa Pidana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Garut Pastikan Jalan Banjarwangi Segera Ditangani, Anggaran IJD Capai Rp42 Miliar

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Paskibraka Garut 2026 Resmi Dikukuhkan, Bupati Tekankan Nilai Kehormatan dan Loyalitas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Muslimat NU Garut Diminta Jadi Penggerak Pembangunan dan Pemberdayaan Perempuan

Berita Terbaru