Miris..! Kesendirian Saat Santap Sahur Tanpa Keluarga dan Sanak Saudara

- Jurnalis

Rabu, 13 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut Berkabar, Opini – Dalam suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah, sebagian dari kita merasakan kehangatan dan kebersamaan saat sahur bersama keluarga tercinta. Namun, bagi sebagian lainnya, kesendirian menjadi kenyataan yang pahit saat duduk di meja sahur tanpa kehadiran keluarga dan sanak saudara.

Di sepanjang jalan-jalan kota, di sudut-sudut rumah yang sepi, terdapat mereka yang merindukan kehadiran yang selalu menyertai saat sahur. Dengan mata yang masih terpejam dari kantuk, mereka mengisi piring mereka sendiri dengan makanan sederhana, sambil mengingat momen-momen bahagia yang pernah mereka lewati bersama keluarga dan sanak saudara.

Bagi mereka yang terpisah jauh dari keluarga, kerinduan itu menjadi lebih dalam. Terpisah oleh jarak dan waktu, mereka harus merasakan sahurnya tanpa suara tawa anak-anak, cerita-cerita ayah, atau masakan ibu yang lezat.

Saat melihat piring kosong di hadapan mereka, bukan hanya perut yang terasa kosong, tetapi juga hati yang merasa sepi. Suasana bulan Ramadan, yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan dan kedekatan, menjadi momen yang menyakitkan bagi mereka yang harus menghadapinya sendirian.

Meskipun diiringi dengan doa-doa dan harapan-harapan untuk bersama keluarga di lain waktu, kesendirian saat sahur tetap menjadi pukulan emosional bagi banyak orang. Mereka menghadapi tantangan ini dengan tekad dan ketabahan, tetapi tetap merasa kekosongan dalam hati mereka.

Semoga di tengah kesendirian ini, mereka dapat menemukan kekuatan dan ketenangan dalam ibadah mereka, serta menjalin hubungan yang lebih erat dengan Allah SWT. Dan semoga di lain waktu, mereka dapat merayakan Ramadan dengan penuh kebersamaan bersama keluarga dan sanak saudara.

Memori indah masa lalu saat sahur bersama anak dan istri menjadi sumber kehangatan di tengah kesendirian. Dalam lampu remang-remang, aroma masakan yang menggoda, dan tawa riang anak-anak yang memenuhi ruangan, momen-momen tersebut membawa kebahagiaan yang tiada tara.

Saat itu, meja sahur bukan hanya tempat untuk mengisi perut, tetapi juga tempat untuk berbagi cerita, tertawa bersama, dan menguatkan ikatan keluarga. Setiap tegukan air dan setiap suap makanan menjadi perayaan kebersamaan yang tak terlupakan.

Meskipun kini terpisah jauh dari mereka, ingatan akan momen-momen itu tetap hadir sebagai cahaya dalam kegelapan. Dalam doa-doa dan harapan-harapan, mereka menyampaikan kerinduan yang mendalam untuk kembali merasakan kehangatan itu lagi suatu hari nanti.

Dalam momen kesendirian yang mendalam, kadang-kadang tangisan adalah satu-satunya cara untuk melepaskan beban yang terlalu berat untuk ditanggung sendiri. Setiap tetesan air mata adalah ungkapan dari kerinduan yang mendalam, kekosongan yang dirasakan, dan harapan yang terhimpit oleh kenyataan.

Tak ada yang salah dengan membiarkan tangisan itu mengalir. Dalam tangisan tersebut terdapat kekuatan yang membebaskan, memungkinkan hati untuk merasakan dan memproses emosi yang terpendam. Dengan melepaskan tangisan, diharapkan dapat membantu meringankan beban yang dirasakan dan membawa kedamaian dalam kegelapan yang menghampiri.

Semoga setiap tangisan yang dilepaskan membawa kedamaian dan kekuatan untuk melangkah maju melalui kesulitan ini. Dan semoga, di balik setiap tetes air mata, terdapat cahaya kebahagiaan yang akan muncul kembali suatu hari nanti. (DK)
Baca Juga :  PW IPARI Jabar Selenggarakan Porseni Harmoni Beragama ke-III di Garut
Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Kekerasan Pelajar di Sukawening Bergulir, Polres Garut Periksa Tujuh Anak
Benda Diduga Hulu Ledak Mortir Ditemukan di Pinggir Sungai Cimanuk, Polisi Lakukan Pengamanan
Enam Titik Lahan Terbakar di Rancabango, Tim Gabungan Fokus Cegah Api Mendekati Permukiman
Tekan Gangguan Kamtibmas, Polsek Bungbulang Sita 19 Knalpot Brong
Ketua DPRD Aris Munandar Dampingi Bupati Garut Resmikan Kantor Baru KPU, Dorong Penguatan Demokrasi
Rumah Panggung Warga Banjarwangi Terbakar, Api Berhasil Dipadamkan dalam 15 Menit
Transaksi COD Berujung Penangkapan, Polisi Sita Puluhan Botol Miras di Tarogong Kidul
Perempuan Lansia Ditemukan Meninggal di Lahan Jagung Leles, Polisi Lakukan Pemeriksaan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:02 WIB

Kasus Kekerasan Pelajar di Sukawening Bergulir, Polres Garut Periksa Tujuh Anak

Minggu, 6 September 2026 - 10:50 WIB

Benda Diduga Hulu Ledak Mortir Ditemukan di Pinggir Sungai Cimanuk, Polisi Lakukan Pengamanan

Sabtu, 5 September 2026 - 20:05 WIB

Enam Titik Lahan Terbakar di Rancabango, Tim Gabungan Fokus Cegah Api Mendekati Permukiman

Kamis, 3 September 2026 - 13:37 WIB

Tekan Gangguan Kamtibmas, Polsek Bungbulang Sita 19 Knalpot Brong

Kamis, 3 September 2026 - 13:05 WIB

Ketua DPRD Aris Munandar Dampingi Bupati Garut Resmikan Kantor Baru KPU, Dorong Penguatan Demokrasi

Berita Terbaru

Pemerintahan

Garut Dorong Percepatan Penerangan Jalan Lewat Skema KPBU

Rabu, 9 Sep 2026 - 14:03 WIB