“Kami mengerti keinginan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka. Itu adalah bagian dari demokrasi,” ujar Iman.
Meskipun memaklumi semangat mahasiswa, Iman menyayangkan kerusakan yang terjadi. Menurutnya, pihak DPRD sudah berupaya memfasilitasi dialog antara mahasiswa dan anggota dewan.
“Kami selalu terbuka untuk menerima aspirasi dari mahasiswa,” lanjut Iman, yang juga anggota DPRD dari Partai Golkar.
Iman menjelaskan, DPRD telah menawarkan agar perwakilan mahasiswa bertemu dengan anggota dewan di luar gedung. Hanya 50 orang yang diperbolehkan masuk untuk berdialog karena keterbatasan kapasitas ruang. Namun, tawaran ini ditolak, yang berujung pada kericuhan.
Iman belum dapat memastikan besarnya kerugian akibat pecahnya kaca gedung. Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Mochammad Fajar Gemilang mengatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan sekretariat DPRD untuk perbaikan kerusakan akibat aksi lempar batu oleh demonstran.
“Kami sedang mengevaluasi tingkat kerusakan yang terjadi,” ujar Fajar. (Eldy)