GARUT BERKABAR, Garut Kota – Dewan Pendidikan Kabupaten Garut menyoroti banyaknya sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif, terutama di tingkat SMP negeri. Kondisi ini dinilai berdampak negatif terhadap efektivitas manajemen sekolah dan pencapaian pendidikan. Senin, (3/03/2025).
Menurut Kasi Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan Garut, dalam wawancara kepada Kontributor Garutberkabar.com. terdapat 13 SMP negeri di Kabupaten Garut yang mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah. Hal ini dikhawatirkan menghambat berbagai agenda penting sekolah, seperti persiapan ujian akhir dan penerimaan siswa baru.
Selain itu, Anggota Dewan Pendidikan, Dr. Dadang, mengungkapkan bahwa banyak kepala sekolah saat ini merangkap jabatan sebagai pelaksana tugas (Plt). Menurutnya, sistem ini tidak efektif karena kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai manajer yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya manusia di sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kepala sekolah harus hadir di tengah guru, tenaga kependidikan, dan siswa agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien,” ujar Dr. Dadang.
Ia menambahkan bahwa seorang kepala sekolah harus mampu mengorganisir seluruh sumber daya dengan prinsip kerja sama tim, yang mencakup kebersamaan, empati, saling membantu, kedewasaan, keteraturan, kepatuhan, penghormatan, dan kebaikan.
Dr. Dadang mempertanyakan mengapa kekosongan jabatan kepala sekolah belum segera diisi, mengingat hal ini berpengaruh terhadap kinerja guru dan tenaga kependidikan, yang pada akhirnya akan berdampak pada mutu pendidikan dan prestasi siswa.
Untuk itu, ia mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret guna mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah. “Dengan kepemimpinan yang kuat, kualitas pendidikan dapat lebih terjamin,” pungkasnya.(Uj).
Penulis : Admin
Editor : Rizkq