Jembatan Gantung di Kampung Wangun : Kondisi Memprihatinkan, Viral di Media Sosial

- Jurnalis

Jumat, 6 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT BERKABAR, Bungbulang – Kondisi jembatan gantung Rawayan di Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, semakin mengkhawatirkan. Infrastruktur vital ini rusak parah dan menjadi sorotan publik karena perannya yang sangat penting bagi masyarakat setempat, Kampung Wangun RT 01 dan 02 RW 10 Dusun 3, Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang, Jumat, (06/12/2024).

Jembatan ini menghubungkan Kampung Saparantu, Jagabaya-Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut. Kerusakan yang dialami meliputi bagian-bagian yang lapuk, berlubang, hingga komponen yang lepas. Hujan deras pada Rabu (4/12/2024) lalu, memperburuk kondisi jembatan, meningkatkan risiko bagi pengguna.

Selama bertahun-tahun, kondisi jembatan ini telah menjadi perhatian publik. Bahkan, pernah viral di media sosial dan diberitakan oleh televisi swasta nasional. Pada Rabu (4/12/2024) hingga Kamis (5/12/2024), unggahan terkait kondisi terkini jembatan ini kembali ramai, menyoroti keprihatinan masyarakat.

Warga Terpaksa Menggunakan Jembatan Berbahaya

Kang Alek, anggota komunitas lokal di Bungbulang, menyampaikan bahwa meskipun warga merasa takut, mereka tetap harus menggunakan jembatan tersebut karena ketiadaan alternatif. “Kami tidak punya pilihan lain. Sungai sedang meluap, dan ini satu-satunya akses. Jadi, kami harus ekstra hati-hati,” ungkapnya.

Tanggapan dan Kritik dari Ketua Ormas Gemantara

Hendi Heryana, Ketua Ormas Gemantara Kecamatan Bungbulang, memberikan tanggapan setelah melihat langsung kondisi jembatan. “Berdasarkan informasi warga, jembatan ini sempat dibangun beberapa tahun lalu. Namun, ada laporan tentang bahan bangunan seperti semen yang hilang, sehingga proyek ini tidak selesai dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Kerja Sama, Propam Polres Garut Siwan Ke Denpom 112/2 untuk Tingkatkan Sinergi TNI -Polri

Hendi juga menyoroti lambannya tindakan pemerintah. “Jembatan ini mulai dibangun pada Februari 2023, tetapi hingga Desember 2024 masih terbengkalai. Apakah anggaran habis? Jika tidak diselesaikan, warga tidak akan pernah merasakan manfaatnya. Di mana peran pemerintah Kabupaten Garut?” tegasnya.

Harapan Warga

Masyarakat sangat berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut. Infrastruktur ini penting tidak hanya untuk pendidikan, ekonomi, dan transportasi, tetapi juga untuk akses darurat ke fasilitas kesehatan.

Jembatan gantung Rawayan di Kampung Wangun mencerminkan kondisi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut yang masih jauh dari harapan. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan ini. (Taufik)

Berita Terkait

Tinggi Air Bendung Copong Naik, Warga Diminta Tetap Waspada
Tragedi di Pantai Sayang Heulang: Bocah 11 Tahun Asal Bandung Tewas Terseret Arus
Libur Lebaran, Pantai Selatan Garut Dipadati Wisatawan dari Berbagai Daerah
Fluktuasi Tinggi Muka Air Bendung Copong, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
H+1 Idul Fitri 1446 H: Arus Lalu Lintas Padat di Simpang Bayongbong, Garut
Bupati Garut Pastikan Kelancaran Arus Mudik 1446 H dengan Tinjauan Lapangan
Idul Fitri 1446 H Dirayakan Serentak di Indonesia pada 31 Maret 2025
Debit Sungai Cimanuk Terkendali, Bendung Copong dalam Kondisi Aman
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 April 2025 - 21:30 WIB

Tinggi Air Bendung Copong Naik, Warga Diminta Tetap Waspada

Jumat, 4 April 2025 - 07:35 WIB

Tragedi di Pantai Sayang Heulang: Bocah 11 Tahun Asal Bandung Tewas Terseret Arus

Jumat, 4 April 2025 - 07:00 WIB

Libur Lebaran, Pantai Selatan Garut Dipadati Wisatawan dari Berbagai Daerah

Selasa, 1 April 2025 - 13:29 WIB

H+1 Idul Fitri 1446 H: Arus Lalu Lintas Padat di Simpang Bayongbong, Garut

Minggu, 30 Maret 2025 - 18:37 WIB

Bupati Garut Pastikan Kelancaran Arus Mudik 1446 H dengan Tinjauan Lapangan

Berita Terbaru