
GARUT BERKABAR, Tarogong Kaler – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sangat penting dalam mencapai layanan publik yang optimal dan terpercaya. Menurutnya, PPPK adalah sumber daya yang harus terus diberdayakan, dengan fokus pada tiga ranah utama: pengetahuan, sikap, dan keterampilan psikomotorik.
Hal tersebut disampaikan Nurdin saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Acara ini berlangsung di Ballroom Hotel Harmoni, Tarogong Kaler, pada Senin, 28 Oktober 2024, dan diikuti oleh berbagai unit kerja di Pemkab Garut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemkab Garut menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN) dalam kegiatan ini untuk memberikan pemahaman yang komprehensif bagi para PPPK agar mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Nurdin menegaskan bahwa kompetensi yang baik adalah kunci untuk mewujudkan pelayanan publik yang diakui oleh masyarakat.
“Dokumen yang kita miliki tak akan berarti jika pelayanan kita tidak dipandang masyarakat. Oleh karena itu, kami meminta LAN memberikan pembekalan yang komprehensif agar tiga ranah kompetensi ini dapat dipenuhi oleh para peserta,” ujar Nurdin.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Garut akan terus melanjutkan program pelatihan serupa, terutama dengan jumlah PPPK yang telah mencapai hampir 10.000 orang. “Ini adalah langkah berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat tim layanan publik di Garut, sehingga mereka bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Kader ASN LAN, Mariman Darto, menyampaikan apresiasinya terhadap Kabupaten Garut yang dinilai terdepan dalam pengembangan kompetensi ASN melalui program AKPK. Mariman berharap Garut dapat menjadi percontohan dalam pengembangan kompetensi ASN.
“Langkah ini adalah awal yang sangat baik, dan kami berharap Garut bisa menjadi daerah percontohan dalam pengembangan kompetensi ASN ke depannya,” kata Mariman.
Mariman menambahkan, terdapat 12 kompetensi kunci yang harus dikuasai ASN untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kesempatan besar bagi Kabupaten Garut untuk memperkuat kompetensi ASN demi menghadapi tantangan di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Mariman berpesan agar para peserta tidak hanya memandang pelatihan ini sebagai kewajiban, tetapi sebagai peluang untuk mengembangkan diri. Kompetensi yang diperoleh, tegasnya, akan menjadi aset penting bagi Garut di masa depan.
“Garut yang memiliki pegawai berkompeten akan menjadi contoh bagi daerah lain. Manfaatkanlah kesempatan ini untuk mewujudkan Garut yang lebih unggul,” pungkasnya. (Rizky)