Garut Masuk Radar KPK, Pemkab Siap Menuju Predikat Kabupaten Antikorupsi 2026

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Observasi Calon Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi Tahun 2026 oleh KPK, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Setda Kabupaten Garut, Kamis (9/4/2026).

Garut Masuk Radar KPK, Pemkab Siap Menuju Predikat Kabupaten Antikorupsi 2026

GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Pemerintah Kabupaten Garut menerima kunjungan Tim Observasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam rangka penilaian awal sebagai Calon Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi Tahun 2026. Kegiatan observasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (9/4/2026).

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut langsung kedatangan tim KPK yang turut didampingi Inspektorat Provinsi Jawa Barat. Ia menyampaikan bahwa terpilihnya Garut sebagai salah satu kandidat merupakan kehormatan sekaligus tantangan besar, mengingat Kabupaten Garut memiliki jumlah penduduk mencapai sekitar 2,8 juta jiwa.

Syakur menilai proses ini menjadi momen evaluasi penting bagi Pemkab Garut untuk melihat sejauh mana upaya pencegahan korupsi telah dilakukan dan apa saja yang masih perlu dibenahi.

“Bagi kami ini semacam evaluasi. Meskipun kami merasa belum bagus, tapi kalau dipikir-pikir usahanya sudah ada,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang bersih dan transparan merupakan fondasi utama untuk mempercepat pembangunan daerah. Pemkab Garut, lanjutnya, terus berupaya menekan potensi praktik korupsi melalui penguatan indikator kinerja seperti MCSP (Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention) serta SAKIP.

Baca Juga :  435 Jemaah Haji Kloter 22 Dilepas dari Garut, Dirjen PHU: Jaga Kesehatan dan Atur Ritme Ibadah

Syakur juga mengapresiasi jajaran perangkat daerah yang dinilai telah menunjukkan upaya serius dalam menjaga tata kelola pemerintahan tetap berada di jalur yang benar.

“Paling tidak saya sampaikan bahwa kita on the track meskipun saya merasakan masih banyak yang harus kita perbaiki ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Observasi dari Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Andhika Widiarto, menjelaskan bahwa observasi ini merupakan tahapan awal untuk memastikan kesiapan daerah sebelum masuk ke proses pembinaan lebih lanjut melalui bimbingan teknis (bimtek).

Ia menyebut Garut terpilih karena memenuhi sejumlah persyaratan, seperti skor MCP minimal 75, nilai SPI yang stabil, predikat SAKIP minimal B, indeks SPBE yang mencukupi, serta opini WTP dari BPK selama dua tahun berturut-turut.

Namun, menurut Andhika, salah satu indikator yang paling menentukan adalah tidak adanya kepala daerah maupun kepala OPD yang sedang dalam proses penyelidikan atau penyidikan tindak pidana korupsi.

Baca Juga :  Pj Bupati Garut Resmikan Kepengurusan Baru Dewan Kebudayaan Kabupaten Periode 2024-2029

“Kami juga melakukan verifikasi kepada aparat penegak hukum dari kepolisian, kejaksaan, dan dari KPK sendiri. Dan alhamdulillah kami hadir di sini berarti prosesnya masih aman-aman saja,” ungkapnya.

Andhika menambahkan, program Kabupaten/Kota Anti Korupsi merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan lima kementerian/lembaga, yaitu Kemenpan-RB, Kemendagri, Kemenkeu, Ombudsman RI, serta KPK. Jika Garut lolos tahapan observasi, Pemkab Garut akan mendapat pendampingan intensif hingga mencapai nilai kelulusan minimal 90 untuk ditetapkan sebagai Kabupaten Antikorupsi.

Ia juga menjelaskan bahwa sejak 2024, KPK telah melakukan observasi di enam provinsi dan akhirnya memilih dua kabupaten serta dua kota untuk masuk tahapan pembinaan lanjutan.

Senada dengan itu, Inspektur Daerah Provinsi Jawa Barat, Eman Sulaeman, menekankan bahwa predikat antikorupsi bukan sekadar label, melainkan komitmen nyata yang harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendukung langkah Pemkab Garut dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat senantiasa mendukung penuh setiap upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Garut,” pungkasnya.(**).

Penulis : Rizkq

Editor : Admin

Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kredit Garut Hebat Resmi Diluncurkan, Pemkab Garut Gandeng Bank BJB Perkuat UMKM
Pemkab Garut dan BRIN Perkuat Sinergi, Dorong Inovasi untuk Tingkatkan Daya Saing Daerah
Aula Baru LPTQ Garut Diresmikan, Bupati Syakur Buka Pembinaan Tahap I Kafilah MTQ Jabar 2026
Bupati Garut Terima Kunjungan Pasis Seskoad, Bahas Sinergi Penanggulangan Bencana
Disparbud Catat Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Garut Selatan Jadi Destinasi Terfavorit
Lantik 150 PNS, Bupati Garut Tegaskan ASN Harus Siap Mengabdi untuk Masyarakat
TP PKK Garut Perkuat Implementasi Gelari Pelangi Lewat Sosialisasi Juknis Rakernas X
Polres Garut Amankan Dua Terduga Pengedar Obat Keras Ilegal, Tramadol dan Hexymer Disita
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 18:54 WIB

Garut Masuk Radar KPK, Pemkab Siap Menuju Predikat Kabupaten Antikorupsi 2026

Rabu, 8 April 2026 - 19:54 WIB

Kredit Garut Hebat Resmi Diluncurkan, Pemkab Garut Gandeng Bank BJB Perkuat UMKM

Selasa, 7 April 2026 - 11:47 WIB

Aula Baru LPTQ Garut Diresmikan, Bupati Syakur Buka Pembinaan Tahap I Kafilah MTQ Jabar 2026

Senin, 6 April 2026 - 16:08 WIB

Bupati Garut Terima Kunjungan Pasis Seskoad, Bahas Sinergi Penanggulangan Bencana

Senin, 6 April 2026 - 13:43 WIB

Disparbud Catat Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Garut Selatan Jadi Destinasi Terfavorit

Berita Terbaru