“Program bansos pangan ayam telur ini bertujuan untuk : meningkatkan Kualitas gizi dengan menyediakan sumber protein yang baik untuk anak – anak yang beresiko mengalami stunting, membantu keluarga kurang mampu yang mengalami kesulitan ekonomi agar dapat memenuhi kebutuhan gizi anak,” tegasnya.
“Lebih jauh Tati mengatakan, menyebarluaskan informasi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak. Setiap keluarga penerima manfaat akan menerima 1 ayam karkas merupakan daging ayam utuh tanpa kepala dan ceker yang sudah dibersihkan dari bulu serta jeroannya. Sumber protein hewani ini berguna untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak dan 10 butir telur merupakan kaya akan nutrisi penting seperti protein, vitamin D dan kolin yang mendukung kesehatan otak dan pertumbuhan fisik,” ungkapnya.
“Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada usia 1.000 hari pertama kehidupan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program, termasuk Bantuan Sosial (Bansos) pangan. Salah satu program yang berjalan di tahun 2024 adalah penyaluran bansos pangan yang di salurkan di Desa Sukamukti, kecamatan Cisompet,”tutupnya. (T.Wirama)