Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVII Seskoad TA 2026, bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (6/4/2026).
GARUT BERKABAR, Tarogong Kidul – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXVII Seskoad TNI AD TA 2026, bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Koordinator Lapangan Kolonel Inf. Choirul Ikmal, Perwira Penuntun Kolonel Kav. Jacob James Patty, Dandim 0611/Garut Letkol Inf. Andik Fachrizal, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syakur Amin memaparkan profil Kabupaten Garut yang saat ini berusia 213 tahun, dengan luas wilayah sekitar 3.100 km² serta jumlah penduduk mencapai 2,8 juta jiwa. Ia menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Garut sebagai lokasi pelaksanaan KKL, mengingat wilayah Garut memiliki kondisi geografis yang menantang dan kompleks.
Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Garut termasuk daerah dengan potensi bencana tertinggi kedua di Jawa Barat. Potensi tersebut meliputi ancaman banjir dengan luasan sekitar 90 ribu hektare, serta potensi longsor mencapai 76 ribu hektare. Ditambah keberadaan 111 sungai dan curah hujan yang tinggi, risiko bencana hidrometeorologi menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kami mencatat ada sekitar 567 kejadian bencana per tahun, artinya hampir setiap hari ada insiden. Karena itu Pemkab Garut menyiapkan alat berat di beberapa lokasi rawan dan memerintahkan BPBD serta PU untuk selalu siaga,” tegasnya.
Ia menekankan, penanganan bencana tidak dapat dilakukan pemerintah daerah seorang diri. Diperlukan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Tim SAR, TNI, Polri, hingga masyarakat, agar distribusi bantuan pangan dan pelayanan kesehatan dapat berjalan cepat.
Bupati berharap koordinasi yang solid dapat mempercepat penanganan darurat, sehingga tidak berkembang menjadi isu kondisi darurat berskala nasional. Ia pun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan menjadikan Garut sebagai lokus KKL.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi Pemerintah Kabupaten Garut melalui ide dan gagasan terkait penanganan bencana, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi bapak-bapak semua,” tutupnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Kolonel Inf. Choirul Ikmal menyampaikan bahwa sebanyak 23 Perwira Siswa akan melaksanakan KKL di Kabupaten Garut selama empat hari, yakni mulai 6 hingga 9 April 2026.
KKL tersebut mengusung tema “Sinergitas Komponen Bangsa dalam Penanggulangan Bencana Guna Memperkuat Ketahanan Nasional.” Ia menjelaskan, para Pasis telah melakukan inventarisasi masalah sebelum turun langsung ke lapangan.
“Tugas para perwira adalah mensinkronisasikan pelaksanaan kegiatan dari pusat hingga tingkat bawah. Selama KKL, para Pasis akan melakukan wawancara mendalam dengan Muspida serta SKPD Kabupaten Garut seperti Dinsos, Dinkes, PUPR, dan BNPB. Hasilnya nanti akan dipaparkan dalam seminar,” ungkapnya.
Di akhir, ia berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Garut agar pelaksanaan KKL berjalan lancar sesuai tujuan.(**).
Penulis : Rizkq
Editor : Admin
Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut







