BPBD Garut Lakukan Assessment Longsor Leuwigoong, Mushola dan Rumah Warga Terancam

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Kabupaten Garut melakukan assessment pascakejadian tanah longsor di Kampung Pakandangan, Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong. Longsor yang dipicu hujan intensitas tinggi tersebut menyebabkan Tembok Penahan Tanah ambruk dan mengancam mushola, rumah warga lansia, serta saluran irigasi pertanian. Meski tidak ada korban jiwa, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan mendorong percepatan penanganan struktural guna mencegah longsor susulan. Sabtu (3/1/2026). 

GARUT BERKABAR, Leuwigoong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melakukan assessment lapangan pascakejadian tanah longsor yang terjadi di Kampung Pakandangan RT 02 RW 12, Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Sabtu (3/1/2026).

BPBD Kabupaten Garut menerima laporan resmi pada Jumat, 2 Januari 2026, berdasarkan surat dari Kecamatan Leuwigoong terkait bencana hidrometeorologi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD langsung menurunkan Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) untuk melakukan pendataan, pemetaan wilayah terdampak, serta penilaian risiko lanjutan.

Hasil assessment di lapangan mengungkapkan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama.

Baca Juga :  Tegal Malaka : Destinasi Alam Penuh Fasilitas dengan Harga Terjangkau di Garut

Selain itu, kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi kejadian dinilai tidak memenuhi standar teknis, karena tidak dilengkapi sistem drainase, kualitas material bangunan kurang memadai, serta memiliki kemiringan ekstrem hingga sekitar 85 derajat.

Struktur tanah urug yang labil serta tergerusnya saluran irigasi tersier turut memperparah kondisi hingga menyebabkan TPT ambruk.

Akibat kejadian tersebut, TPT dengan panjang sekitar 10 meter, tinggi 9 meter, dan lebar 3 meter mengalami kerusakan berat. Longsoran ini berpotensi mengancam satu unit sarana ibadah Mushola Nurul Ihsan, satu unit rumah warga milik seorang lansia bernama Ibu Sari’ah (75), serta jalan lingkungan dan saluran irigasi pertanian yang berdampak pada dua desa, yakni Desa Margahayu dan Desa Margacinta.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD menyebutkan bahwa kerusakan yang terjadi cukup signifikan. Retakan tanah dan bangunan di sekitar lokasi meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan apabila tidak segera dilakukan penanganan permanen.

Baca Juga :  Penyuluh Muda Garut Sulap Limbah Jadi Energi dan Pakan, Inovasi Ekonomi Sirkular dari Desa untuk Dunia

Sebagai langkah awal, BPBD Kabupaten Garut bersama Forkopimcam Leuwigoong, aparat kepolisian, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat telah melaksanakan koordinasi serta assessment lanjutan pada Sabtu, 3 Januari 2026. Warga sekitar juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

BPBD merekomendasikan percepatan penanganan struktural dengan melibatkan dinas teknis terkait, seperti Dinas PUPR dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, guna melakukan kajian teknis dan perbaikan TPT secara permanen.

Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Garut didorong untuk melakukan pendataan lahan terdampak dan mengantisipasi potensi gagal panen.

Hingga saat ini, penguatan sementara di area longsoran telah dilakukan menggunakan bambu. Namun, kondisi tanah masih labil, material longsoran masih menutup saluran irigasi, dan ditemukan retakan pada TPT serta dinding dan lantai mushola.

BPBD mencatat kebutuhan mendesak berupa bronjong, terpal penutup area longsoran, serta logistik pendukung untuk kerja bakti dan penanganan darurat.(red)

Penulis : Rizkq

Editor : Admin

Sumber Berita : BPBD Kab. Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LIBAS dan DLH Garut Ajak Masyarakat Peduli Iklim Lewat Aksi Tanam Pohon di Kadungora
Ratusan Bibit Pohon Ditanam di Cikajang, Warga dan Relawan Perkuat Ketahanan Lingkungan
Hari Bumi 2026, Pemkab Garut Tanam 160 Pohon di Jalan Ibrahim Aji
Garut Berlakukan Tanggap Darurat, Penanganan Bencana Dipercepat Hingga Awal Mei
Hujan Deras Picu Banjir di Karangpawitan, Polisi dan Forkopimcam Bergerak Cepat Tangani Dampak
Empat Longsor Sempat Lumpuhkan Jalur Banjarwangi–Singajaya, Polsek Banjarwangi Turun Tangan Bersama Tim Gabungan
Jembatan Ciwarunga Ambruk Dihantam Hujan, Jalur Pasirlangu–Tanjung Jaya Terputus Total
Longsor Tutup Jalan Garut–Pameungpeuk, Polsek Banjarwangi Lakukan Pengecekan Lokasi
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:36 WIB

LIBAS dan DLH Garut Ajak Masyarakat Peduli Iklim Lewat Aksi Tanam Pohon di Kadungora

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:16 WIB

Ratusan Bibit Pohon Ditanam di Cikajang, Warga dan Relawan Perkuat Ketahanan Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB

Hari Bumi 2026, Pemkab Garut Tanam 160 Pohon di Jalan Ibrahim Aji

Senin, 20 April 2026 - 14:28 WIB

Garut Berlakukan Tanggap Darurat, Penanganan Bencana Dipercepat Hingga Awal Mei

Jumat, 17 April 2026 - 16:41 WIB

Hujan Deras Picu Banjir di Karangpawitan, Polisi dan Forkopimcam Bergerak Cepat Tangani Dampak

Berita Terbaru