Biebie Bagja : Perempuan Masa Kini Harus Berani dan Tangguh Seperti R.A. Kartini

- Jurnalis

Minggu, 21 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT BERKABAR – Lagu “Ibu Kita Kartini” karya WR. Supratman mengisahkan tentang Raden Ajeng Kartini, seorang putri Indonesia yang lahir di Jepara pada 21 April 1879. R.A. Kartini adalah putri tertua dari keluarga bangsawan Jawa. Ayahnya, Raden Mas Sosriningrat, adalah Bupati Jepara, sedangkan ibunya, M.A. Ngasirah, adalah putri seorang guru agama.

Biebie Bagja menyatakan bahwa R.A. Kartini dikenal cerdas, berani, dan sebagai pejuang hak-hak perempuan. Kartini memperjuangkan kesetaraan gender, hak pendidikan bagi perempuan, dan kesempatan bekerja di luar rumah. Ia juga berkorespondensi dengan teman-temannya di Belanda untuk menyebarkan gagasan emansipasi perempuan, yang kemudian dikumpulkan dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang.”

R.A. Kartini dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional dan Hari Kartini diperingati setiap 21 April berdasarkan Keputusan Presiden No.108 tahun 1964. Kartini berusaha menunjukkan bahwa perempuan dapat berperan penting dalam masyarakat dan memiliki hak yang sama dengan laki-laki.

Biebie Bagja menekankan pentingnya perempuan masa kini untuk tangguh dan terus memperjuangkan hak-haknya. Menjadi perempuan yang hebat, sukses, dan bertanggung jawab adalah warisan semangat Kartini yang harus terus dilanjutkan demi kemajuan bangsa Indonesia. (Pemred)
Baca Juga :  HMI Komisariat IAI Persis Garut Adakan Pelatihan Kader Tingkat Dasar

Berita Terkait

Polres Garut Kawal Aksi Damai Driver Online dengan Pendekatan Humanis
Semarak HUT RI ke-80, Kesbangpol Garut Gelar Sosialisasi FPK dan Lomba Karaoke
BAZNAS kab. Garut Mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 80
Polres Garut Peringati Hari Juang Polri 2025, Kokohkan Komitmen Bhayangkara untuk Bangsa
Polsek Cibatu Tanggap Atasi Kebakaran Rumah Warga di Pasir Junti
10 Ribu Anak Ayam Tewas Terpanggang, Kandang di Selaawi Jadi Lautan Api
Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah, Gempa M4,4 Guncang Pangandaran dari Laut
“Dia Hanya Ingin Makan Gratis” Tangis Ibu Penjual Gorengan Usai Putrinya Tewas dalam Kerumunan Pesta Rakyat
Berita ini 0 kali dibaca