Akhiri KKN Gradasi 2025, Bupati Garut Tegaskan Peran Akademisi Percepat Kemajuan Desa

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acara Penutupan Program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) Tahun 2025 di Halaman Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kamis (8/1/2026).

GARUT BERKABAR, Garut Kota – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin secara resmi menutup Program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) Tahun 2025 di Halaman Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kamis (8/1/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat desa merupakan elemen penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Garut masih menghadapi berbagai tantangan ketertinggalan, sehingga membutuhkan upaya luar biasa dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan kalangan akademisi.

Menurutnya, percepatan pembangunan tidak bisa dilakukan dengan pola biasa. Garut harus bergerak lebih cepat agar mampu mengejar ketertinggalan dan mewujudkan visi daerah yang maju, hebat, dan berkelanjutan.

Akhiri KKN Gradasi 2025, Bupati Garut Tegaskan Peran Akademisi Percepat Kemajuan Desa

Bupati juga menekankan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan. Dengan tingkat lulusan sarjana di Garut yang masih relatif rendah, keberadaan mahasiswa KKN lintas disiplin ilmu menjadi kekuatan strategis dalam mendorong kemajuan desa melalui transfer pengetahuan, inovasi, dan pendampingan langsung kepada masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Garut Tinjau Ramffest 2026, Dorong Garut Plaza Kembali Bergairah Lewat Event Kreatif

Sementara itu, Koordinator KKN Gradasi 2025, Gugun Geusan Akbar, menjelaskan bahwa program ini melibatkan mahasiswa yang ditempatkan di 25 desa dengan masa pengabdian selama empat hingga enam bulan. Durasi tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan KKN reguler, karena memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa untuk menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan.

Ia menyampaikan bahwa manfaat program dirasakan tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga oleh masyarakat dan aparatur desa.

Namun demikian, Gugun menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Garut agar pelaksanaan program ke depan lebih terintegrasi dan seimbang, tidak hanya dari sisi pendanaan tetapi juga kontribusi kebijakan dan program.

Baca Juga :  Wabup Putri Karlina Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN Garut

Keberhasilan KKN Gradasi turut ditunjukkan oleh Kelompok 10 yang bertugas di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan.

Ketua Kelompok, Furqon, mahasiswa Institut Teknologi Garut (ITG), menyampaikan bahwa timnya yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Garut berhasil menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari penguatan kepemimpinan desa, administrasi, etika pelayanan publik, hingga digital marketing dan edukasi kesehatan.

Salah satu capaian membanggakan adalah kontribusi kelompoknya dalam mendukung Desa Pangauban meraih Juara Sri Baduga tingkat Provinsi Jawa Barat, dengan nilai manfaat yang signifikan bagi desa.

Di penghujung kegiatan, para peserta KKN Gradasi menyampaikan sejumlah masukan konstruktif untuk penyelenggaraan program ke depan, khususnya terkait efektivitas koordinasi kepanitiaan dan ketepatan distribusi dukungan operasional.

Meski demikian, para mahasiswa mengaku mendapatkan sambutan dan dukungan yang sangat baik dari aparatur desa, karang taruna, serta masyarakat setempat selama masa pengabdian.(red).

Penulis : Rizkq

Editor : Admin

Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Pendidikan Keagamaan, Pemkab Garut Salurkan Hibah untuk 9 Pondok Pesantren
Pemadaman Kebakaran TPA Pasir Bajing Capai 90 Persen, Pemkab Garut Siapkan Pemulihan Layanan Sampah
Lepas Diklat Calon Kepala Sekolah 2026, Bupati Garut Tekankan Penguatan Mutu dan Tata Kelola Pendidikan
Tingkatkan Mutu PAUD di Garut, Tinneke Hermina Tekankan Pendidikan Anak yang Terpadu
Bupati Garut Dorong Pembenahan TPA Pasir Bajing, Anggaran Pengelolaan Bakal Ditambah
Hadapi Berbagai Musibah, Pemkab Garut Ajak Masyarakat Perkuat Doa dan Introspeksi Diri
Rakornas Dewan Pendidikan se-Indonesia Digelar di Garut, Wamendikdasmen Soroti Mutu dan Partisipasi Publik
Pemkab Garut Benahi TPA Pasir Bajing, Pemadaman Kebakaran Jadi Prioritas
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Perkuat Pendidikan Keagamaan, Pemkab Garut Salurkan Hibah untuk 9 Pondok Pesantren

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Pemadaman Kebakaran TPA Pasir Bajing Capai 90 Persen, Pemkab Garut Siapkan Pemulihan Layanan Sampah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Lepas Diklat Calon Kepala Sekolah 2026, Bupati Garut Tekankan Penguatan Mutu dan Tata Kelola Pendidikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Tingkatkan Mutu PAUD di Garut, Tinneke Hermina Tekankan Pendidikan Anak yang Terpadu

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Bupati Garut Dorong Pembenahan TPA Pasir Bajing, Anggaran Pengelolaan Bakal Ditambah

Berita Terbaru