Sekda Garut Puji Peran Aktif Warga dalam Penanganan Stunting

- Jurnalis

Senin, 24 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, melaksanakan peninjauan Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting yang bertempat di Posyandu RW 08, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Senin (24/6/2024).

GARUT BERKABAR, Karangpawitan – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, meninjau kegiatan Gerakan Intervensi Pencegahan Stunting di Posyandu RW 08, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, pada Senin (24/6/2024).

Di desa ini tercatat 52 balita stunting, sementara di RW 08 terdapat satu balita stunting.Nurdin Yana mengungkapkan kunjungannya bertujuan untuk mengamati partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.

Ia memuji dedikasi warga yang telah mendonasikan tanah untuk pembangunan posyandu.

“Ini penting bagi kita. Alhamdulillah, partisipasi masyarakat dalam penanggulangan stunting sudah ada. Tinggal nanti penetapannya, terutama dari sisi regulasi, demi kepentingan posyandu,” ujarnya.

Nurdin juga menyoroti keaktifan kader dan tenaga kesehatan di Desa Situsaeur dalam pencegahan stunting.

Ia berharap zero new stunting dapat tercapai, mengingat upaya maksimal yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menangani stunting di Kabupaten Garut.

Nurdin yakin dengan sinergitas yang dibangun oleh seluruh pihak, mulai dari tokoh masyarakat, kader, tenaga kesehatan, hingga pemerintah kecamatan, target zero new stunting dapat segera terwujud, khususnya di Desa Situsaeur.

Baca Juga :  PW IPARI Jabar Selenggarakan Porseni Harmoni Beragama ke-III di Garut

“Saya punya keyakinan dengan sinergi yang dibangun insya Allah zero new stunting yang kita targetkan insya Allah akan terwujud,” ungkap Nurdin.

Camat Karangpawitan, Dadi Djakaria, menambahkan bahwa intervensi pencegahan stunting ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021.

Kegiatan ini dilakukan di posyandu, pustu, dan puskesmas.”Stunting ini harus kita minimalisir. Atau mungkin ya harus ditiadakan karena dari stunting ini kan pengaruhnya kepada yang lain dalam hal ini tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Dadi berharap gerakan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat, dengan mengajak mereka untuk memeriksakan balita di posyandu.

Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Sri Prihatin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Serentak Intervensi Pencegahan Stunting yang dilaksanakan secara nasional.

Di Kabupaten Garut, salah satunya diadakan di Posyandu Srikandi RW 08, Desa Situsaeur.

Baca Juga :  Polres Garut dan Kodim 0611 Garut Gelar Program Gizi untuk Siswa di SDN 1 Suci Kaler

Menurut Sri, Kabupaten Garut telah mencanangkan posyandu paripurna yang menyasar seluruh siklus hidup.

Namun pada hari ini, pihaknya memfokuskan pada pemantauan tumbuh kembang balita stunting, gizi kurang, ibu hamil, dan anemia pada remaja.

“Untuk pengukuran itu tinggi badan atau panjang badan, terus kemudian lingkar kepala, lingkar lengan yang dilaksanakan untuk bayi dan balita,” jelas Sri.

Sri menambahkan, gerakan intervensi stunting di Kabupaten Garut telah mencapai 93% berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan.

Balita dengan masalah gizi di Kabupaten Garut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk melakukan diseminasi di tingkat kabupaten.

Ia menekankan pentingnya mengidentifikasi balita dengan masalah gizi serta memberikan intervensi maksimal, termasuk pemberian PMT dan edukasi, untuk mencapai zero new stunting di Kabupaten Garut.

“Kami menargetkan untuk mengidentifikasi balita dengan masalah gizi, khususnya stunting dan gizi buruk, serta mengintervensi mereka secara maksimal,” tandas Sri.(DK).

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Garut Apresiasi Perjuangan Tim Putri Garut di Final Hydroplus U-18, Siap Perkuat Pembinaan Sepak Bola Wanita
Truk Muatan Asbes Diduga Alami Rem Blong, Kemacetan di Jalur Garut–Bandung Viral di Media Sosial
109 Desa dan Kelurahan di Garut Kembali Berpeluang Ikuti Program Beasiswa Satu Sarjana Tahun 2026
Perkuat Tata Kelola Perumahan, Disperkim Garut Matangkan Revisi Aturan Pengelolaan PSU Lewat Forum Diskusi
Bupati Garut Perkuat Sinergi dengan Kemenkeu dan LMAN untuk Maksimalkan Potensi Aset Daerah
Awali dengan Tes Kebugaran, Bupati Garut Dorong ASN Tetap Sehat untuk Tingkatkan Kualitas Layanan
Bupati Garut Terbitkan Surat Edaran, Ajak Seluruh Elemen Tingkatkan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bahaya Kebakaran
PT KAI Serahkan Pos Jaga Perlintasan kepada Pemkab Garut, Keselamatan Transportasi Jadi Prioritas
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:15 WIB

Bupati Garut Apresiasi Perjuangan Tim Putri Garut di Final Hydroplus U-18, Siap Perkuat Pembinaan Sepak Bola Wanita

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:07 WIB

Truk Muatan Asbes Diduga Alami Rem Blong, Kemacetan di Jalur Garut–Bandung Viral di Media Sosial

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:00 WIB

109 Desa dan Kelurahan di Garut Kembali Berpeluang Ikuti Program Beasiswa Satu Sarjana Tahun 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:27 WIB

Perkuat Tata Kelola Perumahan, Disperkim Garut Matangkan Revisi Aturan Pengelolaan PSU Lewat Forum Diskusi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:40 WIB

Bupati Garut Perkuat Sinergi dengan Kemenkeu dan LMAN untuk Maksimalkan Potensi Aset Daerah

Berita Terbaru