PORTADIN Garut Dorong Inklusivitas dan Penguatan Peran Orang Tua Anak Disabilitas

- Jurnalis

Jumat, 28 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Silaturahmi Persatuan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (PORTADIN), Kabupaten Garut, dengan tema “Peranan Orang Tua Anak Disabilitas dalam Pemenuhan Tumbuh Kembang di Rumah” yang dilaksanakan di Sekretariat IDI, Jl. Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Kamis (27/2/2025).

GARUT BERKABAR, Tarogong Kaler – Persatuan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (PORTADIN) Kabupaten Garut menggelar kegiatan silaturahmi bertajuk “Peranan Orang Tua Anak Disabilitas dalam Pemenuhan Tumbuh Kembang di Rumah”. Acara ini berlangsung di Sekretariat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Kamis (27/2/2025).

Baca Juga :  Upaya Kolaboratif Tekan Stunting : Monev TPPS Jawa Barat di Garut

Dalam kegiatan tersebut, Yuli Aryani selaku narasumber menekankan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan yang inklusif bagi anak disabilitas. PORTADIN juga berupaya menjadi wadah bagi orang tua untuk berbagi aspirasi dan membangun komunitas yang lebih mendukung.

“Hari ini saya ingin berbagi semangat kepada bapak dan ibu yang memiliki anak disabilitas di Kabupaten Garut,” ujar Yuli.

Ia berharap PORTADIN dapat mengembangkan lembaga non-formal yang membantu anak-anak berkebutuhan khusus dalam mengasah bakat mereka, serupa dengan tempat les yang tersedia bagi anak-anak pada umumnya.

Baca Juga :  Dekranasda Kenalkan Keberadaan Perajin Batik Garutan : Gapura Kampung Batik Resmi Diresmikan.

“Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan bakat masing-masing,” tambahnya.

Yuli juga mengungkapkan rencana PORTADIN untuk bekerja sama dengan psikolog dan dokter spesialis tumbuh kembang anak guna memberikan dukungan lebih bagi keluarga yang memiliki anak disabilitas.

Sementara itu, Popi (23), salah satu orang tua dari anak dengan Down Syndrome (DS), membagikan pengalaman dan tantangan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus, terutama dalam memahami konsep cinta dan interaksi sosial.

“PORTADIN sangat membantu kami, terutama dalam menguatkan mental orang tua agar siap menghadapi berbagai kebutuhan anak,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah terus mendukung PORTADIN dalam membuka akses pendidikan dan pengembangan bakat bagi anak berkebutuhan khusus.

“Kami ingin ada lebih banyak ruang bagi mereka untuk belajar dan berkembang sesuai dengan potensinya,” pungkasnya.(Rz).

Penulis : Admin

Editor : Rizky

Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekolah Berbahan Sampah Plastik Hadir di Garut, Jadi Model Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Becak Listrik Mulai Hadir di Garut, 260 Pengemudi Terima Bantuan Presiden
Truk Engkel Oleng Saat Hujan di Ibrahim Adjie, Polisi Turun Tangan Evakuasi
Razia Miras di Tarogong Kaler, Polisi Amankan 30 Botol dan Seorang Penjual
Fuso Bermuatan Triplek Oleng di Cibatu, Polisi Bergerak Atasi Gangguan Lalu Lintas
Diduga Kuasai Senjata Tajam, Pria 43 Tahun Diamankan Polisi di Leles
LIBAS Soroti Keluhan Warga soal Meter Listrik dan Biaya Pelayanan PLN Garut
Pisah Sambut Kapolsek Cikajang, Patri Arsono Lanjutkan Tugas ke Wanaraja
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 08:45 WIB

Becak Listrik Mulai Hadir di Garut, 260 Pengemudi Terima Bantuan Presiden

Minggu, 27 September 2026 - 11:02 WIB

Truk Engkel Oleng Saat Hujan di Ibrahim Adjie, Polisi Turun Tangan Evakuasi

Minggu, 27 September 2026 - 09:13 WIB

Razia Miras di Tarogong Kaler, Polisi Amankan 30 Botol dan Seorang Penjual

Jumat, 25 September 2026 - 13:18 WIB

Fuso Bermuatan Triplek Oleng di Cibatu, Polisi Bergerak Atasi Gangguan Lalu Lintas

Jumat, 25 September 2026 - 13:09 WIB

Diduga Kuasai Senjata Tajam, Pria 43 Tahun Diamankan Polisi di Leles

Berita Terbaru