Dorong Hilirisasi Susu, Bupati Garut Pantau Sentra Sapi Perah Sukamurni

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut meninjau peternakan sapi perah bersama PT Inagi di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Senin (9/2/2026).

Dorong Hilirisasi Susu, Bupati Garut Pantau Sentra Sapi Perah Sukamurni

GARUT BERKABAR, Cilawu — Pemerintah Kabupaten Garut terus mendorong penguatan sektor peternakan melalui pengembangan produk bernilai tambah. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Bupati Garut ke sentra peternakan sapi perah di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, bersama PT Inagi, Senin (9/2/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Garut menegaskan pentingnya transformasi pola usaha peternakan, dari yang semula hanya menjual susu segar menjadi penghasil produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci peningkatan kesejahteraan peternak sekaligus daya saing daerah.

Ia menyadari bahwa proses tersebut membutuhkan waktu dan pendampingan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pihak swasta seperti PT Inagi diharapkan mampu menghadirkan teknologi pengolahan yang modern, higienis, serta memiliki standar kualitas yang jelas agar produk susu Garut semakin dipercaya konsumen.

Baca Juga :  Sinergi Toleransi dan Ekonomi, Bupati Garut Tekankan Pentingnya Kondusivitas Daerah

Sementara itu, CEO Inagi, Farizqi Bayu, menyampaikan bahwa kualitas susu sapi perah di Desa Sukamurni sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk premium. Ketersediaan bahan baku yang melimpah dan berkualitas, menurutnya, membuka peluang besar bagi Garut untuk memiliki produk olahan susu unggulan.

Ia menyebutkan, selain yoghurt, pengembangan produk seperti susu steril hingga keju sangat memungkinkan. Bahkan, Garut dinilai memiliki peluang menciptakan produk keju khas daerah yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri, mengungkapkan bahwa saat ini sebagian produksi susu di Sukamurni telah diolah secara mandiri menjadi yoghurt. Namun, dukungan teknologi dan pendampingan lanjutan sangat dibutuhkan untuk memperluas ragam produk olahan.

Baca Juga :  Seminar HSN 2024 di Garut Tekankan Pentingnya Kualitas Data untuk Pembangunan

Ia menjelaskan, susu dari wilayah tersebut memiliki kandungan lemak dan total solid yang tinggi, sehingga menjadi salah satu kualitas terbaik di Kabupaten Garut. Dengan pengolahan yang tepat, nilai tambah produk diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi para peternak.

Harapan serupa disampaikan Camat Cilawu, Deni Darmawan. Ia menilai kehadiran pimpinan daerah dan mitra swasta menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem peternakan susu, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Berdasarkan data pemerintah kecamatan dan desa, Desa Sukamurni menjadi salah satu sentra utama produksi susu di Kabupaten Garut. Tercatat lebih dari 700 peternak sapi perah di Kecamatan Cilawu dengan total produksi mencapai lebih dari 3.500 liter susu per hari.(red).

Penulis : Rizkq

Editor : Admin

Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Kaki 60 Kilometer Satukan Garut dan Sumedang, Jadi Simbol Persaudaraan dan Semangat Hidup Sehat
Garut dan Kepri Perkuat Sinergi, Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan dan Pariwisata
Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Garut Perketat Seleksi Kebugaran Atlet
Sekolah Ramah Lingkungan di Garut Mulai Dibangun dengan Bata dari Sampah Plastik Daur Ulang
KA Cikuray Hadir dengan Gerbong Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Distribusi Produk Lokal Garut
Monitoring MBG di Tarogong Kaler, Kecamatan Perkuat Pengawasan Demi Jaminan Kualitas Layanan Gizi
SAGARUT Disiapkan Jadi Pusat Layanan Digital Terpadu bagi Warga Garut
Kepala Desa Diminta Jadi Garda Terdepan Tangani Anak Putus Sekolah dan Stunting
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:54 WIB

Jalan Kaki 60 Kilometer Satukan Garut dan Sumedang, Jadi Simbol Persaudaraan dan Semangat Hidup Sehat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:18 WIB

Garut dan Kepri Perkuat Sinergi, Buka Peluang Kerja Sama Pembangunan dan Pariwisata

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:49 WIB

Sekolah Ramah Lingkungan di Garut Mulai Dibangun dengan Bata dari Sampah Plastik Daur Ulang

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:13 WIB

KA Cikuray Hadir dengan Gerbong Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Distribusi Produk Lokal Garut

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:19 WIB

Monitoring MBG di Tarogong Kaler, Kecamatan Perkuat Pengawasan Demi Jaminan Kualitas Layanan Gizi

Berita Terbaru