Dalam pidatonya, Ujang Kuswara menegaskan bahwa Hari Santri Nasional adalah momentum untuk mengenang jasa besar KH Hasyim Asy’ari dan Resolusi Jihad yang menginspirasi perlawanan melawan penjajah di masa perjuangan kemerdekaan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk santri, guru-guru pesantren, serta pejabat Forkopimcam Caringin seperti Kapolsek, Danramil Cisewu, Kepala KUA, dan MUI, serta perwakilan dari UPT, Korwil Pendidikan, dan Ketua PGRI. Upacara ditutup dengan lagu “Mars Jala Watton” yang dinyanyikan bersama oleh para santri dan seluruh peserta. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Menyambung Juang, Menaruh Masa Depan.” (Rika)