GARUT BERKABAR, Garut Kota – Peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 berlangsung khidmat dengan nuansa kearifan lokal dan penghormatan terhadap sejarah. Ketua DPRD Kabupaten Garut Aris Munandar mendampingi Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam rangkaian prosesi adat hingga ziarah ke makam para Bupati terdahulu, Kamis (12/2/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Adat Mapag Hurip Gumiwang Sumur Ci Garut di SMP Negeri 1 Garut, lokasi yang diyakini sebagai titik awal berdirinya Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana, para Kepala SKPD, serta keluarga besar SMPN 1 Garut.
Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa peringatan hari jadi harus menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang Kabupaten Garut.
“Ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat jasa para pendahulu. Dengan memahami sejarah, kita memiliki tanggung jawab moral untuk membangun Garut secara lebih serius dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kehadiran Ketua DPRD Garut dalam prosesi tersebut mencerminkan sinergi antara unsur eksekutif dan legislatif dalam menjaga nilai-nilai sejarah serta memperkuat komitmen pembangunan daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menjelaskan bahwa Sumur Ci Garut memiliki arti penting sebagai simbol awal kehidupan dan peradaban di Garut.
“Sumur ini bukan hanya sumber air, tetapi juga sumber sejarah. Merawatnya berarti menjaga warisan leluhur yang menjadi fondasi berdirinya Kabupaten Garut,” ungkapnya.
Usai prosesi adat, kegiatan dilanjutkan dengan Napak Darma Lingga Buana di Titik Nol Garut, Jalan Kiansantang. Prosesi ini sarat makna sebagai peneguhan identitas dan komitmen bersama dalam mewujudkan Garut yang adil, makmur, dan sejahtera.
Beni Yoga menambahkan, dua upacara adat tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian HJG ke-213. Pemerintah berharap generasi muda semakin mengenal sejarah daerahnya dan menumbuhkan rasa bangga terhadap jati diri Garut.
Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan ziarah ke makam para Bupati terdahulu. Ziarah diawali di TPU Cipeujeuh, Kelurahan Paminggir, tempat dimakamkannya Bupati Garut pertama, Raden Adipati Arya (RAA) Adiwidjaya yang menjabat pada 1813–1831.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sekarmaji, menyampaikan bahwa makam tersebut menjadi bukti sejarah peralihan pemerintahan dari Kabupaten Balubur Limbangan ke Kabupaten Garut.
“RAA Adiwidjaya merupakan putra sulung Pangeran Kornel dari Sumedang. Di kompleks ini juga dimakamkan istri beliau, Raden Ajeng Situ Ningrum,” jelasnya.
Ziarah kemudian dilanjutkan ke Kompleks Makam Keluarga Hoofd Panghoeloe R.H.M. Moesa di Jalan Kabupaten, Garut Kota. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Garut, Totong, menerangkan bahwa kompleks tersebut menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh penting, termasuk lima Bupati Garut dari berbagai periode.
Melalui rangkaian kegiatan ini, peringatan Hari Jadi Garut ke-213 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga warisan sejarah serta melanjutkan cita-cita para leluhur demi kemajuan Garut di masa depan.(**).
Penulis : IHSAN
Editor : Admin
Sumber Berita : Reforter (Ihsan)







