Satu Tahun Piazza Firenze, Garut Mantapkan Langkah Jadi Pusat Industri Kulit Premium dan Ekonomi Kreatif

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menghadiri perayaan hari jadi pertama (1st Anniversary) Piazza Firenze Garut di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (17/1/2026).

Satu Tahun Piazza Firenze, Garut Mantapkan Langkah Jadi Pusat Industri Kulit Premium dan Ekonomi Kreatif

GARUT BERKABAR, Garut Kota – Perayaan satu tahun berdirinya Piazza Firenze Garut menjadi momentum penting bagi penguatan industri kulit Kabupaten Garut. Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, yang hadir langsung dalam acara tersebut di Kecamatan Garut Kota, Sabtu (17/1/2026), menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis industri kulit yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Putri Karlina menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Piazza Firenze yang dinilai berhasil menghadirkan ruang promosi sekaligus etalase berkualitas bagi produk kulit lokal. Menurutnya, keberanian para pengrajin untuk meningkatkan standar kualitas dan kemasan produk menjadi langkah penting untuk memasuki pasar premium.

Ia menuturkan, hadirnya Piazza Firenze memberikan dorongan moral dan motivasi bagi pelaku industri kulit agar terus berinovasi serta menjaga konsistensi mutu produk sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Garut mengingatkan bahwa industri kulit Garut memiliki sejarah panjang yang telah berlangsung lebih dari satu abad. Dengan dukungan sumber daya manusia yang semakin berkualitas serta ekosistem usaha yang terus diperkuat, ia optimistis industri kulit Garut memiliki peluang besar untuk berkembang lebih maju dan modern.

Baca Juga :  RW 04 Kampung Cipeundeuy Meriahkan Peringatan HUT RI KE-79 dan Harlah Desa Cikarag

Tak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, Putri Karlina juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan dalam proses produksi kulit. Ia menyebut, tantangan limbah industri harus dijawab melalui transformasi menuju konsep Responsible Industry yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menurutnya, industri kulit memiliki posisi strategis dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Oleh karena itu, pembangunan Garut ke depan perlu diarahkan pada ekonomi kreatif yang mampu memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Poppy Dharsono dengan Koperasi Artisan Kulit Indonesia (KAKI). Ia menilai, Piazza Firenze menjadi contoh nyata keberhasilan transformasi kerajinan kulit dari skala semi-tradisional menuju industri modern yang berorientasi global.

Ferry menambahkan, kualitas bangunan dan konsep yang diusung Piazza Firenze sejalan dengan kualitas para pelaku usaha di dalamnya yang telah melalui proses pembinaan dan kurasi secara berkelanjutan oleh KAKI.

Baca Juga :  Perkuat Peran Perempuan Lewat Pendidikan, DPPKBPPPA Garut Gelar Talkshow Hari Kartini

Sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat, Kementerian Koperasi RI menyatakan komitmennya untuk membantu pengadaan sarana pengolahan limbah serta pengoordinasian mesin penyamakan kulit guna meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga aspek lingkungan.

Di sisi lain, Pendiri Yayasan Poppy Dharsono sekaligus Ketua KAKI, Poppy Dharsono, menjelaskan bahwa Piazza Firenze dirancang dengan konsep arsitektur bernuansa Eropa dan dilengkapi fasilitas restoran, sehingga mampu menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman dan berkelas.

Ia menegaskan, Piazza Firenze tidak hanya diharapkan menjadi ikon baru Kota Garut, tetapi juga simbol kebangkitan produk lokal agar mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dengan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, Poppy Dharsono memaparkan bahwa pola pembinaan KAKI dilakukan secara terstruktur, mulai dari pembentukan koperasi, pemetaan jenis produk seperti jaket, sepatu, tas, dan aksesori, hingga pendampingan teknis agar para pengrajin mampu memenuhi standar kualitas pasar internasional.(red)

Penulis : Rizkq

Editor : Admin

Sumber Berita : Diskominfo Kab.Garut

Follow WhatsApp Channel garutberkabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHI ke-97 di Garut, Wabup Tekankan Pemberdayaan Perempuan dan Pencegahan Pernikahan Usia Anak
Kunjungi Kebun Mawar Situhapa, Bupati Garut Tekankan Pentingnya Pariwisata Ramah Lingkungan
Tinjau Wisata Darajat, Bupati Garut Dorong Pembenahan Akses dan Fasilitas Penunjang
Isra Mi’raj 1447 H, Bupati Garut Tekankan Penguatan Moral dan Tanggung Jawab ASN
Bupati Garut Tinjau Lokasi Kebakaran, Dorong Penguatan Informasi Layanan Darurat
Bupati Garut Tegaskan Peran Diskominfo sebagai Garda Terdepan Informasi Publik
Wakil Bupati Garut Tekankan Transformasi Layanan dan Kinerja Usaha Perumda Tirta Intan
Pemkab Garut Perkuat Legalitas Aset, Bupati Syakur Terima 401 Sertipikat Hak Pakai dari ATR/BPN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:21 WIB

Satu Tahun Piazza Firenze, Garut Mantapkan Langkah Jadi Pusat Industri Kulit Premium dan Ekonomi Kreatif

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:39 WIB

PHI ke-97 di Garut, Wabup Tekankan Pemberdayaan Perempuan dan Pencegahan Pernikahan Usia Anak

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:24 WIB

Kunjungi Kebun Mawar Situhapa, Bupati Garut Tekankan Pentingnya Pariwisata Ramah Lingkungan

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:05 WIB

Tinjau Wisata Darajat, Bupati Garut Dorong Pembenahan Akses dan Fasilitas Penunjang

Jumat, 16 Januari 2026 - 15:05 WIB

Isra Mi’raj 1447 H, Bupati Garut Tekankan Penguatan Moral dan Tanggung Jawab ASN

Berita Terbaru